Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan segera dimulai. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan proses pembangunan IKN akan dimulai pada Agustus 2022. Pembangunan infrastruktur dasar akan menjadi konsen awal pemerintah memulai pembangunan di ibu kota baru.

Kendati pembangunan IKN belum dimulai sepenuhnya, banyak investor baik dari dalam maupun luar negeri menunjukan minat berinvestasi di IKN Nusantara. Mengusung konsep kota pintar (smart city) menjadikan IKN dilirik berbagai negara untuk turut bekerja sama dengan Indonesia. Mulai dari Uni Emirat Arab, Finlandia dan banyak negara lain menyatakan ketertarikannya untuk membantu mewujudkan IKN yang hijau dan informasi terkini investor Foxconn. Hal ini disampaikan Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan IKN nusantara banyak di lirik oleh para investor di berbagai negara.

Berkaca dari Negara Finlandia sebagai salah satu negara terbersih dan terhijau di dunia, Indonesia perlu belajar terkait bagaimana menyiapkan kota yang ramah lingkungan. Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur ini menunjukan upaya nyata Indonesia untuk mendukung penurunan emisi karbon secara global. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang berkomitmen pada penurunan emisi sebanyak 26 persen di tahun 2030. Salah satu perusahaan besar Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) tak luput mengatakan minatnya berinvestasi di IKN. Mendukung pengembangan konsep smart city, pihak Foxconn berencana akan mengenalkan infrastruktur bus listrik (e-bus) dan jaringan IoT (Internet of Things).

Paling terbaru dari Rusia menyampaikan niatnya untuk invesasi di IKN dalam sector pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik. Menilik dari Rusia yang telah berkembang dengan sangat baik pada kualitas transportasinya. Tak hanya disitu, Rusia mengungkapkan pula minatnya untuk mengembangkan industri tenaga nuklir di Indonesia. Banyaknya dukungan dan minat investor dalam mewujudkan konsep smart city menjadi angin segar bagi Indonesia. Maka dari itu Indonesia sangat optimis pembangunan di IKN dapat berjalan lancar.

*) Zubairi (Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Sekretaris Umun Forum Mahasiswa Desa Indonesia)

Artikel Terkait

Leave a Comment