
Pembelajaran tatap muka (PTM) Perlu dilakukan evaluasi 100 persen. Hal ini dikarenakan adanya lonjakan terhadap kasus kenaikan Covid-19.
Lonjakan kasus COVID-19 dalam satu minggu terakhir yang terjadi di berbagai daerah membuat banyak pihak akhirnya meminta evaluasi.
Kebijakan dan langkah mengevaluasi PTM yang harus ditempuh berdasarkan salah satu upaya antisipatif dan pencegahan agar kasus harian dapat ditekan hingga 100 persen.
Kebijakan PTM 100 persen saat situasi pandemi mulai terkendali dinilai tepat karena mengingat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring yang telah berjalan selama dua tahun berdampak buruk terhadap kualitas pendidikan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA mengatakan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) akan disesuaikan dengan kasus positif harian covid-19.
Kemendagri telah membahas masalah ini bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Saya sudah menghuhungi Sekjen Kemendikbud untuk membahas ini. Kita mempelajari kemungkinan-kemungkinan, PTM persentasenya dihadapkan dengan situasi kasus harian,” ujar Safrizal
