Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Banjir dan Longsor di Aceh, Janji Segera Bangun Hunian Korban

by Isabella Citra Maheswari

Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau langsung penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera bagian utara, Jumat (12/12/2025).

Kunjungan ini dilakukan seusai Presiden menyelesaikan rangkaian lawatan luar negeri ke Pakistan dan Rusia. Dalam peninjauan tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, termasuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi para korban.

Presiden Prabowo mengunjungi tiga kabupaten di Provinsi Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Peninjauan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Presiden setelah sebelumnya mendatangi wilayah terdampak pada 1 dan 7 Desember 2025. Kehadiran Presiden bertujuan memastikan penanganan darurat, evakuasi, serta distribusi bantuan berjalan optimal.

Di setiap lokasi, Presiden menyempatkan diri berdialog dengan warga yang masih bertahan di pengungsian. Di Aceh Tamiang, Presiden mengunjungi pengungsian di sekitar jembatan Aceh Tamiang.

Sementara di Aceh Tengah, Presiden meninjau pengungsian yang berada di Masjid Besar Al-Abrar. Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Dalam dialog tersebut, Presiden mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan mendesak pascabencana.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat untuk membantu proses evakuasi warga serta penyaluran bantuan logistik ke daerah-daerah terisolasi.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan jangka menengah dan panjang. Salah satu fokus utama adalah pembangunan hunian sementara sebagai tempat tinggal awal, serta hunian tetap untuk menggantikan rumah warga yang rusak atau hancur.

“Kita sudah siapkan juga rencana mengganti semua rumah,” ujar Presiden Prabowo di hadapan warga.

Meski demikian, Presiden meminta masyarakat bersabar karena proses pembangunan memerlukan waktu dan perencanaan yang matang. Ia berjanji akan memantau langsung seluruh tahapan pemulihan agar berjalan cepat dan tepat sasaran.

Artikel Terkait

Leave a Comment