Mentan Amran Yakin Papua Bisa Mandiri Pangan

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Papua berpotensi mandiri pangan pada 2027. Hal itu ia sampaikan saat meninjau langsung kondisi pertanian di Papua, Kamis (11/12/2025).

Menurut Amran, ketergantungan Papua terhadap pasokan beras dari Makassar dan Jawa harus segera dihentikan karena ongkos distribusi sangat tinggi. Ia menyebut kebutuhan pangan Papua mencapai 660.000 ton per tahun, sementara produksi lokal baru sekitar 120.000 ton.

Untuk mengejar kekurangan tersebut, pemerintah menyiapkan program besar cetak sawah hingga total 100.000 hektare di berbagai wilayah Papua Raya. Rinciannya, 20.000 hektare di Papua, 50.000 hektare di Papua Selatan, 17.000 hektare di Papua Barat Daya, dan tambahan di wilayah Sorong serta Papua Barat.

Amran menegaskan bahwa pangan adalah urusan strategis dan berkaitan langsung dengan stabilitas nasional. Ia mengingatkan bahwa krisis pangan dapat memicu krisis politik.

Selain cetak sawah, pemerintah juga mempercepat penyaluran SPHP, membangun gudang penyimpanan baru, serta memperkuat kapasitas produksi lokal. Program ini akan digenjot mulai 2025 hingga 2026.

Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa langkah terstruktur ini akan membuat Papua tidak lagi mengalami defisit pangan dalam 5–10 tahun ke depan.

Artikel Terkait

Leave a Comment