Jakarta – Kelompok Separatis dan Terorisme (KST) Papua adalah kroni dari organisasi papua merdeka. Mereka mendapatkan senjata dari pasar gelap dan menggunakannya untuk menakut-nakuti rakyat, serta
melawan anggota TNI. Keberadaan KST tentu
meresahkan karena semakin merajalela dengan beberapa kali menembak aparat dan juga warga sipil.
Selain itu juga gedung sekolah dan fasilitas umum
lainnya banyak dibakar oleh mereka. Oleh karena itu, negara hadir dan bertindak tegas agar anggota KST Papua menyerah dan harus dihadapkan ke proses
hukum untuk mempertanggungjawabkan aksi kekerasan bersenjata yang mereka lakukan selama ini.
Sebaliknya, jika tindakan tegas negara direspons
dengan serangan bersenjata yang mematikan oleh
KST, tidak salah jika prajurit TNI-Polri juga melancarkan serangan balasan atas nama bela negara dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengimbau jajarannya untuk membantu menumbuhkan rasa kecintaan rakyat Papua kepada TNI dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, TNI – Polri akan terus menjamin keaaman dan keselamatan masyarakat di Papua.
“Melindungi masyarakat Papua harus begitu besar, karena yang mencinta bangsa Indonesia lebih banyak dibanding representasi KST Papua. Karena itu lindungi masyarakat Papua, khususnya mama, perempuan, adik-adik kaum milenial, dan seluruh rakyat Papua,” ujar Kasad.
Menurutnya, masyarakat Papua adalah saudara. Untuk itu, sekecil apa pun yang menjadi kesulitan dan hambatan masyarakat Papua, TNI AD harus ada di tengah mereka.
“Sayangi mereka, bantu dengan bibit pertanian dan bibit peternakan. Bantu mereka yang di pegunungan dan pedalaman serta bantu kesehatannya karena banyak program yang bisa dilaksanakan,” tegasnya.

