Di tengah suasana Aceh yang kian dinamis menjelang Milad GAM ke-49, sebuah suara tenang datang dari Kabupaten Bireuen.
Zulfikar, mantan kombatan GAM, kembali mengingatkan warganya tentang betapa berharganya kedamaian yang telah dijaga hampir dua dekade.
Pada Jumat (28/11/2025), ia menyampaikan pesan sederhana namun penting: jangan biarkan Aceh kembali terbelah oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Zulfikar tahu persis bagaimana luka konflik membekas dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika ia mengingatkan adanya kelompok tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi untuk menimbulkan ketegangan, itu bukan sekadar peringatan. Ia berbicara dari pengalaman masa lalu.
Baginya, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak warga memperkuat kebersamaan dan tetap konsisten mendukung upaya perdamaian sejak MoU Helsinki.
Harapan akhirnya sederhana: Aceh yang damai, stabil, dan terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

