Hoaks Vaksin PCV Tingkatkan Risiko Pneumonia dan Kematian

by Isabella Citra Maheswari

Sebuah unggahan di Instagram mengklaim bahwa vaksin pneumonia atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dapat meningkatkan risiko pneumonia dan kematian pada anak. Unggahan tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama di kalangan orang tua yang mempertanyakan efektivitas vaksin PCV.

Namun, klaim tersebut tidak benar. Tempo.co melaporkan bahwa penelitian di Catalonia, Spanyol, yang dijadikan dasar unggahan tersebut memiliki kelemahan metodologis. Penelitian itu menggunakan desain kohort, metode yang rentan bias karena karakteristik subjek sudah ditentukan sejak awal. Seluruh peserta penelitian bahkan berusia di atas 65 tahun, sehingga hasilnya tidak bisa digeneralisasi untuk anak.

Menurut dr. Ari Baskoro dari Universitas Airlangga, ketimpangan jumlah peserta antara kelompok vaksin dan non-vaksin membuat kesimpulan semakin mudah terdistorsi. Artinya, penelitian itu tidak relevan untuk menilai efektivitas vaksin PCV pada anak.

Sebaliknya, studi klinis yang dipublikasikan American Academy of Pediatrics menunjukkan hasil berbeda. Penelitian yang melibatkan 1.500 anak, dengan 1.000 menerima PCV20 dan 500 menerima PCV13, membuktikan bahwa vaksin pneumonia memiliki keamanan yang baik dan dapat ditoleransi oleh anak. Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial terbukti menyesatkan.

Artikel Terkait

Leave a Comment