Pertamina Perkuat Swasembada Energi Lewat Teknologi Multistage Fracturing

by Isabella Citra Maheswari

PT Pertamina (Persero) terus mengakselerasi upaya swasembada energi nasional melalui penerapan teknologi Multistage Fracturing (MSF). Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang menempatkan kemandirian energi sebagai prioritas pembangunan. Penerapan MSF dilakukan pada wilayah kerja yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk meningkatkan produksi minyak dan gas secara lebih efisien.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pertamina menjadi pionir penerapan teknologi MSF di Indonesia. Ia menyebut, teknologi ini sebelumnya banyak digunakan perusahaan migas internasional. Karena itu, keberhasilan Pertamina dinilai sebagai bukti kemampuan nasional dalam menguasai teknologi hulu migas.

“Inovasi Pertamina melalui teknologi MSF merupakan lompatan penting bagi industri hulu migas. SKK Migas mendukung penuh pengembangan teknologi yang dapat memperkuat produksi nasional,” kata Djoko.

Pada kunjungan kerja ke proyek MSF pada 12 November 2025 di Riau, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut mandat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk meningkatkan produksi hulu. Ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong Pertamina memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan produksi secara agresif tetapi tetap aman.

Simon berharap seluruh unit operasi Pertamina meningkatkan efisiensi, inovasi, dan keselamatan kerja. Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor. “Kami mengajak seluruh pihak memberikan kontribusi terbaik agar target kedaulatan dan ketahanan energi dapat dicapai,” ujarnya.

Wakil Direktur Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan bahwa proyek MSF telah menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi pengeboran. Tahun 2025, PHR melanjutkan pengembangan sumur horizontal MSF dengan sistem one-run plug and perf menggunakan smart coiled tubing, yang menjadi konfigurasi pertama di Indonesia.

Penerapan MSF telah dilakukan pada sumur KB570 di Lapangan Kotabatak. Pada 2025 dan 2026, PHR menargetkan pengembangan sumur MSF di Kotabatak, Bangko, dan Balam South East. Program tersebut diharapkan mendukung produksi migas nasional, menekan biaya operasi, dan memperkuat kemandirian energi.

Artikel Terkait

Leave a Comment