Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sekitar 14.000 siswa-siswi aktif menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia. Siswa jenjang SMA yang akan lulus dalam dua setengah tahun ke depan akan diarahkan memilih dua jalur utama, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar proses pendidikan di Sekolah Rakyat tidak terputus, melainkan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini dirancang sebagai ruang pengentasan kemiskinan sekaligus sarana pemberdayaan generasi muda.
“Bagi siswa-siswi lulusan sekolah rakyat, kalau lulus kami berikan dua jalur, mau lanjut ke perguruan tinggi atau bekerja,” ujar Saifullah kepada wartawan saat meninjau Sekolah Rakyat MA 20 di Bromonilan, Purwomartani, Kamis (6/11/2025).
Saifullah menjelaskan, meski mekanisme penyaluran lulusan masih disusun, pemerintah telah menyiapkan peluang kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi siswa yang memilih jalur karier. Sementara itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan, Kemensos akan memberikan pendampingan, termasuk pelaksanaan tes DNA talent untuk mengukur bakat dan minat siswa.
“Sudah ada beberapa perguruan tinggi yang siap menerima lulusan sekolah rakyat sesuai standar yang ditetapkan,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut ada 22 sekolah kedinasan di bawah Kemenhub yang siap bersinergi dengan program Sekolah Rakyat. “Kami akan optimalkan sekolah kedinasan untuk kepentingan Sekolah Rakyat dan Kemensos dalam penyelenggaraan pendidikan masyarakat,” ujarnya.

