Pelaksana Tugas Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Farida Dewi Maharani menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak hanya bergantung pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan karakter.
Pernyataan itu disampaikan Farida saat mendampingi kunjungan sejumlah media nasional dan lokal ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 di Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/11).
“Sekolah Rakyat bukan sekadar memberi pendidikan gratis, tapi juga membuka akses anak-anak untuk belajar dengan pendekatan digital, membangun karakter, dan memperkuat soft skill mereka,” ujar Farida.
Menurutnya, integrasi teknologi dalam proses belajar merupakan langkah nyata pemerataan akses pendidikan berkualitas di era digital.
Melalui pembelajaran berbasis digital, siswa dapat memperluas wawasan, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.
Farida menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan pembangunan karakter.
“Teknologi menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia lebih luas. Tapi teknologi saja tidak cukup, karakter dan komitmen tetap harus dibangun sejak dini,” katanya.
Ia menyebut, konsep Sekolah Rakyat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.
Program ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membina kepribadian, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Farida mengapresiasi para pendidik di SRMA 20 yang telah mengintegrasikan teknologi dan pembelajaran karakter dalam aktivitas belajar mengajar.
Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat pendidikan humanis berbasis nilai di era digital.
Kepala Sekolah SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, menambahkan bahwa lembaganya kini dilengkapi fasilitas digital, seperti smartboard di setiap kelas dan laptop pribadi bagi setiap siswa.
“Kami ingin anak-anak belajar menggunakan teknologi secara bijak untuk membangun karakter, bukan sekadar hiburan,” ujarnya.

