Koperasi Desa Bertransformasi Menarik Anak Muda Lewat Modernisasi

by Isabella Citra Maheswari

Di tengah derasnya arus digitalisasi, pemerintah berupaya mengubah wajah koperasi menjadi lebih modern dan menarik bagi generasi muda.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai, koperasi bukan lagi sekadar lembaga tradisional, melainkan wadah yang bisa berkembang pesat jika dikelola dengan sistem yang efisien dan transparan.

“Kalau koperasi sudah modern, anak muda tidak perlu disuruh. Mereka pasti mau bergabung,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/11).

Ucapan itu mencerminkan keyakinan bahwa masa depan ekonomi rakyat bisa ditopang oleh semangat muda yang inovatif.

Kopdes Merah Putih menjadi langkah nyata menuju perubahan itu. Dengan target operasional penuh pada Maret 2026, koperasi desa akan menerapkan sistem digital yang memungkinkan seluruh transaksi, laporan keuangan, dan manajemen dijalankan secara efisien. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) bahkan akan menjadi bagian dari proses bisnis koperasi.

Lebih dari sekadar digitalisasi, program ini juga menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni. Ribuan project management officer dan pendamping usaha disiapkan di berbagai daerah untuk memastikan setiap koperasi berjalan sesuai standar tata kelola.

Kementerian Koperasi mencatat, hingga akhir Oktober 2025, sudah berdiri lebih dari 82 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Setiap koperasi akan membuka peluang kerja bagi 20–25 orang, dengan tujuh jenis usaha utama seperti gerai sembako, apotek desa, klinik, dan pergudangan.

Ferry optimistis, program ini mampu menciptakan hingga satu juta lapangan kerja baru pada akhir 2025.

Dengan modernisasi dan keterlibatan generasi muda, koperasi desa diharapkan menjadi motor baru penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.

Artikel Terkait

Leave a Comment