Laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dua capaian penting dalam sektor energi: percepatan program listrik desa dan peningkatan produksi minyak nasional.
Dari hasil kunjungan kerjanya ke berbagai wilayah di Sulawesi, Bahlil melaporkan bahwa proyek listrik masuk desa terus menunjukkan progres signifikan. Program ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerataan pembangunan energi nasional. Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia teraliri listrik sepenuhnya pada 2029–2030, dengan total sasaran 5.700 desa dan 4.400 dusun.
Capaian positif juga terlihat dari sektor minyak dan gas. Hingga November 2025, lifting minyak nasional tercatat mencapai lebih dari 605.000 barel per hari. Angka ini berhasil melampaui target APBN 2025 yang menetapkan batas produksi di 605.000 barel per hari.
Bahlil menambahkan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi telah mencapai sekitar 74–75 persen dari target Rp260 triliun. Menurutnya, kinerja tersebut menandakan sektor energi masih menjadi penopang utama perekonomian nasional.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan proyek strategis energi agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri. Ia menegaskan, program listrik desa bukan sekadar infrastruktur teknis, melainkan wujud pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial di bidang energi.

