Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menyebut Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menantang Indonesia untuk berperang dalam menyelesaikan sengketa wilayah perbatasan.
Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar. Faktanya, pernyataan Anwar Ibrahim justru menegaskan penolakannya terhadap perang dan memilih jalur diplomasi untuk menyelesaikan persoalan perbatasan.
Dilansir dari Kompas.com, isi pernyataan Anwar telah dipelintir oleh sejumlah akun di media sosial. Dalam wawancaranya, Anwar menegaskan bahwa persoalan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, termasuk di wilayah Ambalat, tidak akan berkembang menjadi konflik bersenjata seperti yang pernah terjadi antara Thailand dan Kamboja.
Dikutip dari Tempo.co, Anwar juga mengakui adanya tekanan dari sebagian anggota parlemen oposisi Malaysia yang mendesak pemerintah bersikap lebih tegas terhadap isu perbatasan, terutama di kawasan Sulawesi dan Blok Ambalat. Namun, ia dengan tegas menolak opsi konfrontasi dan menekankan pentingnya negosiasi dan kerja sama antarnegara.
“Saya tegaskan, tidak akan ada perang antara Malaysia dan Indonesia. Kita harus menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin,” ujar Anwar dalam pernyataannya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai unggahan yang belum terverifikasi. Informasi menyesatkan seperti ini dinilai dapat merusak hubungan baik antara kedua negara yang selama ini dijaga dengan diplomasi.
Pemerintah Indonesia dan Malaysia diketahui masih terus melanjutkan pembahasan batas wilayah laut di kawasan Ambalat secara damai melalui jalur diplomatik. Hingga kini, kedua pihak telah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut tanpa kekerasan.

