Setahun Pemerintahan Prabowo, Lima Rapor Biru dan Satu Rapor Merah di Ekonomi

by Isabella Citra Maheswari

Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendapat penilaian cukup positif dari publik. Namun, survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mencatat masih ada satu catatan merah yang mencolok, yaitu di sektor ekonomi nasional.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan dari enam bidang yang dievaluasi, hanya ekonomi yang dinilai kurang baik. Sementara lima bidang lainnya, yakni sosial budaya, keamanan nasional, hukum nasional, politik nasional, dan hubungan internasional, mendapat nilai positif dari masyarakat.

“Setahun pemerintahan Prabowo adalah momen krusial bagi pemerintahan baru karena di situlah janji kampanye mulai diuji,” kata Adjie saat memaparkan hasil survei di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Dari hasil survei tersebut, bidang hubungan internasional menjadi yang paling unggul dengan skor 63,5 poin. Disusul bidang sosial budaya dengan 61 poin dan keamanan nasional 48,5 poin. Sementara politik nasional dan hukum nasional mendapat nilai lebih tipis, masing-masing 9,4 poin dan 8,3 poin.

Di sisi lain, ekonomi nasional menjadi satu-satunya bidang yang mendapat nilai negatif dengan skor minus 13,8 poin.

Adjie menjelaskan, tingginya penilaian di bidang hubungan internasional dipengaruhi oleh aktifnya Presiden Prabowo di panggung global. “Khususnya, Presiden Prabowo mendapat kesan baik atas pidatonya di PBB dan keterlibatannya dalam upaya perdamaian Gaza,” ujarnya.

Namun, nilai merah di sektor ekonomi muncul karena dua persoalan utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat: sulitnya mencari pekerjaan dan menurunnya daya beli. “Publik membandingkan ketersediaan lapangan kerja dengan tahun sebelumnya. Penurunan daya beli juga menjadi masalah yang paling mendesak,” tambahnya seperti dikutip dari Antara.

Survei LSI ini dilakukan pada 10–19 Oktober 2025 terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia melalui wawancara tatap muka. Survei menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

Artikel Terkait

Leave a Comment