
Steve Mara, Mahasiswa S3 asal Papua Indonesia yang sedang studi perdamaian di Inggris mengapresiasi satu tahun kepemimpin Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Dalam hal perdamaian dunia, kehadiran Presiden Prabowo sangat terasa, dari pidato Perdamaian penuh makna yang disampaikan Prabowo dalam Sidang Umum PBB September lalu hingga kehadiran Presiden Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm el-Sheikh di Mesir. Presiden menunjukan high-class diplomacy seorang pemimpin negara yang ditujukan untuk perdamaian dunia, khususnya menyelesaian konflik Israel-Palestina.
Satu tahun ini, Presiden Prabowo menunjukan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penonton konflik tetapi hadir sebagai penentu dan pencetak perdamaian dunia. Ini sekaligus menunjukan arah Indonesia yang yang sedang mengamalkan Alinea keempat pembukaan UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Steve Mara, Saat ini, dalam cita-cita perdamaian dunia, kehadiran Indonesia selalu mendapatkan Apresiasi, saya bertemu dengan banyak mahasiswa perdamaian dari berbagai negara dan dosen-dosen saya, mereka mulai membicarakan peran Presiden Indonesia Prabowo dalam peacebuilding.
Ketika saya menyebutkan saya dari Indonesia, mereka menyebutkan good country dan Prabowo. Hal ini menjadi kebanggaan saya sebagai mahasiswa studi perdamaian asal Indonesia. Dengan harapan saya, perjuangan Presiden Prabowo untuk membawa perdamaian dunia harus dibarengi dengan peran strategis kementerian/lembaga dan kepala daerah didalam negeri yang juga berperan untuk menghadirkan perdamaian bagi masyarakat Indonesia.
