Pemerintah Targetkan Bangun Sekolah Rakyat di 269 Titik

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat sebanyak 269 titik. Menurutnya, tahun ini pemerintah telah membangun 165 dan sudah beroperasi.

“Untuk tahun ini target akan beroperasi di 165 sekolah, yang Alhamdulillahmenurut laporan dan update, Insya Allah akan semua beroperasi di tahun ini untuk 165 dulu,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).

Selanjutnya, Prasetyo menyebut pihaknya akan membangun kembali 104 Sekolah Rakyat. Ia juga menyebut pemerintah dalam tahap menentukan titik-titik pembangunan sekolah tersebut.

“Tahun depan kita sudah menetapkan ada kurang lebih 104 titik lagi yang akan kita bangun untuk menjadi sekolah rakyat,” ujarnya.

Prasetyo menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Sebab, anak yang berada di keluarga tak mampu bisa mengenyam pendidikan tanpa memikirkan biaya apapun.

“Ini juga salah satu program yang menurut kami ini sebuah terobosan karena ini betul-betul untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di ekonomi yang paling bawah,” paparnya.

Sebelumnya, Sebanyak 100 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi secara bertahap sejak 14 Juli 2025. Kini jumlahnya telah bertambah menjadi 165 titik.

Ke depan ditargetkan jumlahnya akan terus bertambah secara signifikan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sampai sekarang kita masih membuka. Siapapun bupati, walikota, gubernur yang mau mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat, kita masih membuka,” kata Wamensos Agus Jabo Priyono saat Rapat Kerja bersama Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Agus Jabo menambahkan, bak gayung bersambut peluang yang dibuka Kemensos disambut antusias oleh para kepala daerah. Tak hanya mengajukan usulan, mereka juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Namun dia menyatakan Kemensos tidak berwenang menentukan jumlah Sekolah Rakyat yang akan beroperasi kelak. Semua tergantung arahan presiden yang sudah mematok target 500 Sekolah Rakyat.

“Perintah Pak Presiden setiap Pemda itu harus memiliki minimal satu Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Agus Jabo menyebut, nantinya setiap Sekolah Rakyat permanen bakal mampu menampung sebanyak 1.000 murid. Mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program yang digagas oleh Presiden Prabowo ini bertujuan untuk mengentaskan rantai kemiskinan.

“Dan Pak Presiden memprioritaskan, meminta supaya kita memprioritaskan anak-anak SD. Karena beliau ingin memutus transmisi kemiskinan itu sejak dini,” ujar dia. 

Artikel Terkait

Leave a Comment