Produksi Migas Naik 111,9 Persen, Optimis Indonesia Mampu Wujudkan Swasembada Energi

by Isabella Citra Maheswari

Kinerja sektor minyak dan gas bumi (migas) di bawah kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunjukkan tren positif. Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, produksi minyak mentah nasional meningkat signifikan hingga melampaui target dengan capaian rata-rata 111,9 persen.

Pakar energi dari Gerilya Institute, Subhkan Agung Sulistio, menyebut peningkatan lifting dari sekitar 430 ribu menjadi hampir 600 ribu barel per hari merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

“Pencapaian ini menunjukkan adanya perbaikan tata kelola di lapangan. Namun untuk menjaga tren positif, pemerintah perlu membuka wilayah kerja baru serta menemukan cadangan minyak baru,” ujar Subhkan, Senin (13/10/2025).

Ia menambahkan, inovasi teknologi dan efisiensi biaya menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi migas nasional.

“Teknologi baru membantu mengoptimalkan sumur yang sebelumnya dianggap tidak produktif,” jelasnya.

Salah satu kebijakan yang turut menyumbang hasil positif adalah legalisasi sumur minyak rakyat. Kebijakan ini memberi izin kepada masyarakat untuk mengelola sumur-sumur tua yang sebelumnya tidak lagi ekonomis bagi perusahaan besar.

“Itu langkah tepat. Sumur tua hasilnya kecil, jadi lebih baik diserahkan ke masyarakat. Setidaknya, ini mendorong kemandirian energi di tingkat lokal,” kata Subhkan.

Sementara itu, akademisi Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul, menilai capaian di sektor energi ini tak lepas dari kepemimpinan Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menata ulang tata kelola sumber daya alam nasional.

“Prabowo sedang melakukan reset besar-besaran terhadap tata kelola ekonomi, termasuk energi. Ia sedang menghitung ulang kekayaan negara dan memastikan tidak ada lagi kelompok rente yang bermain di tengah,” ujar Adib.

Menurutnya, berbagai program seperti hilirisasi tambang, pembangunan smelter, hingga legalisasi sumur rakyatmenjadi langkah konkret menuju kedaulatan energi nasional. Namun, Adib juga mengingatkan bahwa tantangan besar masih menanti, bukan hanya dalam kebijakan teknis, tetapi juga dalam membangun narasi publik yang kuatmengenai transformasi energi di Indonesia.

Artikel Terkait

Leave a Comment