Produksi Migas Era Prabowo Lampaui Target, Pengamat Nilai Tata Kelola Energi Membaik

by Isabella Citra Maheswari

Kinerja sektor minyak dan gas bumi (migas) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan tren positif. Di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, produksi migas nasional pada semester I 2025 berhasil tumbuh hingga 111,9 persen dari target APBN, dengan lifting mencapai hampir 600 ribu barel per hari.

Pengamat energi dari Gerilya Institute, Subhkan Agung Sulistio, menilai capaian tersebut sebagai bukti perbaikan tata kelola di lapangan.

“Langkah ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja nyata. Namun, untuk menjaga tren positif, pemerintah perlu membuka wilayah kerja baru dan menemukan cadangan minyak baru,” ujarnya dalam diskusi publik bertajuk Satu Tahun Prabowo–Gibran: Sudah Berdaulatkah Kita dalam Energi? di BSD, Senin (13/1).

Salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi adalah legalisasi sumur minyak rakyat, yang memberi izin bagi masyarakat untuk mengelola sumur tua. Menurut Subhkan, kebijakan ini dapat mendorong kemandirian energi di tingkat lokal sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari UNIS Tangerang, Adib Miftahul, menilai capaian tersebut sejalan dengan langkah Presiden Prabowo melakukan penataan ulang sumber daya alam nasional. “Prabowo sedang melakukan resetbesar terhadap tata kelola ekonomi, termasuk energi. Tantangan berikutnya adalah komunikasi publik agar kebijakan baik ini tidak disalahpahami,” ujarnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment