Beredar di media sosial TikTok sebuah video yang memperlihatkan pemandangan daratan dan perairan berwarna merah menyala, dengan klaim bahwa lokasi tersebut berada di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan perubahan warna tersebut disebabkan oleh aktivitas pertambangan.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar.
Menurut hasil penelusuran yang dilansir dari situs turnbackhoax.id, lokasi dalam video tersebut bukanlah Raja Ampat, melainkan Pulau Hormuz di Teluk Persia, Iran. Pulau tersebut dikenal dengan sebutan Pantai Merah (Red Beach)karena warna tanahnya yang mencolok.
Fenomena warna merah di Pulau Hormuz bukan akibat aktivitas manusia, tetapi disebabkan oleh kandungan oksida besi (Fe₂O₃) yang tinggi di dalam tanah. Unsur alami inilah yang menyebabkan daratan tampak berwarna merah terang saat terkena sinar matahari.
Dengan demikian, video yang mengaitkan fenomena tersebut dengan wilayah Raja Ampat merupakan informasi palsu (hoaks).
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu melakukan pengecekan melalui sumber resmi atau lembaga pemeriksa fakta sebelum membagikan konten di media sosial.

