Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin (6/10). Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar dua jam dan membahas sejumlah program prioritas pemerintah, salah satunya terkait swasembada pangan.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kepala Badan Geologi Nasional Dadan Hindayana, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Presiden untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan sesuai arah kebijakan pemerintahan baru.
“Presiden menekankan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi utama pembangunan nasional,” kata Prasetyo usai pertemuan.
Selain membahas sektor pangan, rapat juga menyinggung sejumlah isu strategis lainnya, termasuk ketahanan energi, penguatan sektor perikanan, serta stabilitas ekonomi nasional.
Dalam pembahasan mengenai pangan, pemerintah menargetkan peningkatan produksi komoditas utama seperti beras, jagung, dan kedelai, sekaligus memperkuat rantai pasok logistik nasional. Sementara di bidang energi, Presiden meminta percepatan program swasembada energi melalui peningkatan produksi migas, pengembangan bioenergi, dan pemanfaatan energi terbarukan.
“Presiden menginginkan koordinasi antar kementerian diperkuat agar kebijakan pangan dan energi bisa saling mendukung,” tambah Prasetyo.
Rapat tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam minggu pertama Oktober, seiring komitmen pemerintah untuk mempercepat realisasi berbagai program prioritas 2025–2029.
Langkah ini menegaskan fokus pemerintahan Prabowo pada pembangunan sektor strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat dan kemandirian ekonomi nasional.

