Menuju Swasembada Energi, Pemerintah Prabowo Siapkan Langkah Besar

by Isabella Citra Maheswari

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi dalam beberapa tahun mendatang. Untuk mewujudkan target itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)menyiapkan strategi besar mulai dari peningkatan produksi minyak dan gas bumi, pengembangan bioenergi, hingga percepatan ekosistem kendaraan listrik.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan langkah awal menuju swasembada energi dimulai dari penguatan sektor minyak bumi. Saat ini, produksi minyak nasional baru mencapai 600 ribu barel per hari, sedangkan kebutuhan mencapai 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari.

“Artinya, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sepertiga kebutuhan nasional,” ujarnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia Special Road to Hari Tambang dan Energi 2025, Rabu (8/10/2025).

Untuk mengatasi kesenjangan itu, Kementerian ESDM memetakan seluruh perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (K3S) guna meningkatkan produksi melalui optimalisasi teknologi dan efisiensi operasi. Pemerintah juga membuka penawaran wilayah kerja baru bagi investor agar eksplorasi cadangan migas dapat diperluas.

Yuliot menargetkan pada tahun 2029, produksi minyak bisa mencapai 900 ribu hingga 1 juta barel per hari, dengan dukungan investasi, percepatan perizinan, dan penerapan teknologi modern.

Selain minyak, pemerintah juga memperkuat pemanfaatan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional secara efisien. Pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) terus diperluas untuk menggantikan ketergantungan terhadap LPG impor dan menyediakan energi yang lebih murah dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Kementerian ESDM mempercepat pengembangan bioenergi, termasuk program biodiesel B40 yang telah berjalan pada 2025 dan akan ditingkatkan menjadi B50 tahun depan. Program ini diharapkan menekan impor minyak mentah sekaligus memperkuat industri sawit nasional.

Sementara itu, pengembangan kendaraan listrik juga menjadi prioritas. Pemerintah tengah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya (SPKLU) serta insentif bagi produsen dan konsumen kendaraan listrik.

“Dengan ekosistem kendaraan listrik yang dikembangkan di dalam negeri, konsumsi minyak bumi bisa berkurang signifikan,” kata Yuliot.

Pemerintah optimistis langkah-langkah tersebut akan membawa Indonesia menuju kemandirian energi nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdaulat di bidang energi.

Artikel Terkait

Leave a Comment