Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan komitmennya terhadap investasi berkelanjutan melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi (Waste-to-Energy/WtE). Inisiatif ini menjadi salah satu pilar utama Danantara dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia serta mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060.
Kepala Badan Pelaksana Investasi/CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa tujuan utama WtE bukan hanya menghasilkan listrik, melainkan juga memastikan pengelolaan sampah yang tepat dan pemulihan lingkungan. Ia menekankan bahwa Indonesia membutuhkan solusi strategis menghadapi timbunan sampah nasional yang mencapai 35 juta ton per tahun, sebagian besar di antaranya belum terkelola dengan baik.
“Pengelolaan sampah di Indonesia adalah tantangan strategis yang menuntut solusi luar biasa. Jika tidak ditangani, hal ini berisiko terhadap lingkungan, kesehatan, dan emisi gas rumah kaca,” ujar Rosan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi (WtE) di Wisma Danantara Indonesia, Rabu (1/10/2025).
Rosan memaparkan, setiap fasilitas WtE berkapasitas 1.000 ton per hari dapat menghasilkan sekitar 15 megawatt (MW) listrik, cukup untuk memasok kebutuhan 20 ribu rumah tangga. Teknologi ini mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80 persen dibandingkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) konvensional serta menghemat penggunaan lahan hingga 90 persen.
Ia juga menyoroti adanya struktur baru dalam program WtE yang memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah. Kini, mekanisme tipping fee dihapuskan, karena biaya tersebut ditanggung oleh PLN dengan subsidi pemerintah pusat, sehingga meringankan beban APBD dan meningkatkan keberlanjutan proyek.
“Struktur baru ini membawa kabar baik bagi pemerintah daerah karena tidak ada lagi kewajiban tipping fee. Ini memperkuat keberlanjutan proyek dan membuka peluang investasi lebih luas,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum penting bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara Indonesia untuk mempercepat implementasi proyek WtE di berbagai daerah. Forum ini juga menandai sinergi kebijakan, investasi, dan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berkontribusi pada target energi bersih nasional.

