Maraknya konten ajakan berdemonstrasi di media sosial tanpa identitas penggagas perlu diwaspadai. Ajakan yang tidak jelas asal-usulnya dinilai hanya slentingan politik yang bisa memicu kesalahpahaman publik.
“Ajakan demo tanpa penanggung jawab itu bisa dikategorikan sebagai rumor politik. Masyarakat yang cerdas tentu tidak mudah termakan rumor,” kata Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi politik FISIP Universitas Jember, Senin (8/9/2025).
Iqbal menambahkan, semua peserta aksi yang sah seharusnya saling menjaga agar tidak terjebak dalam agenda politik tersembunyi di luar kesepakatan bersama. Ia mendorong adanya konten tandingan berupa edukasi politik untuk melawan disinformasi.
“Kalau perlu dibuat konten yang mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti ajakan tanpa identitas, dengan alasan yang logis,” jelasnya.
Menurutnya, narasi tandingan yang rasional akan lebih mudah diterima generasi muda yang kritis. Ia pun menekankan pentingnya konsolidasi satu komando dalam gerakan sipil, yaitu komando keadilan dan penegakan konstitusi.

