Polri Antisipasi Kelompok Penyusup dalam Aksi Unjuk Rasa

by Isabella Citra Maheswari

Polda Metro Jaya mengingatkan agar demonstrasi yang berlangsung untuk memperingati Hari Tani ke-65 di depan Gedung DPR/MPR RI pada Selasa (24/9/2025) tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, pihak kepolisian melakukan komunikasi yang intensif dengan para penanggung jawab demonstrasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa komunikasi dengan koordinator lapangan telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Pembicaraan tersebut mencakup berbagai aspek teknis, seperti jumlah peserta yang akan hadir, lokasi keberangkatan, jenis kendaraan yang digunakan, rute menuju lokasi, serta pakaian dan atribut yang dikenakan oleh para peserta. 

“Kita sama-sama bersepakat menghindari adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, adanya penyusup, adanya oknum-oknum yang berbeda tujuannya dengan tujuan para penyampaian pendapat ini,” ungkapnya di kawasan DPR/MPR Jakarta Pusat pada Rabu (24/9/2025).

Dia menambahkan, “Inilah yang sama-sama kami kuatkan terus bersama, komitmen dengan para korlap aksi ini agar tidak mudah disusupi, dan jangan sampai disusupi, karena itu akan membuat nama dari penyampaian aksi ini juga tidak baik. Karena komitmennya adalah menyampaikan aksi di hari yang baik ini, di Hari Tani yang ke-65.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama demonstrasi berlangsung.

Provokasi melalui media sosial

Dia menyampaikan bahwa provokasi tidak hanya dapat terjadi di lapangan, tetapi juga melalui media sosial. Oleh sebab itu, Ade Ary mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan dalam menjalankan aksi dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang ada.

“Kita harus kuat bersatu, jangan mudah terprovokasi. Provokasi bisa terjadi melalui medsos juga, oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, nanti di lapangan, dan lain sebagainya,” ucap dia. Dengan demikian, penting bagi kita untuk tetap waspada dan tidak terjebak dalam isu-isu yang dapat memecah belah. Kesadaran akan adanya provokasi di berbagai platform menjadi kunci untuk menjaga ketertiban dan keberlangsungan aksi yang damai.

Komitmen untuk menjaga agar demonstrasi berlangsung dengan damai

Menurut pendapatnya, pihak kepolisian dan koordinator lapangan telah mencapai kesepakatan untuk memastikan bahwa pelaksanaan demo berlangsung dengan aman dan damai. 

“Kami yakin jika kerja sama ini terus dibangun, kita bersama ya, solid, nanti mudah-mudahan tidak ada penyusup. Mudah-mudahan tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan situasi. Kita situasi sudah aman, damai, tenang saat ini,” ujar dia.

Dia juga menekankan pentingnya menolak kehadiran penyusup atau individu yang tidak bertanggung jawab secara kolektif. 

“Kita juga harus menolak secara bersama-sama apabila ada penyusup, ada orang yang tidak bertanggung jawab. Semoga beberapa kejadian terakhir menjadi pelajaran bagi kita,” dia menandaskan.

Artikel Terkait

Leave a Comment