Hoaks, Pesan Berantai Warga Tionghoa Diminta Batasi Aktivitas Imbas Demo

by Isabella Citra Maheswari

Aksi unjuk rasa 28 Agustus lalu dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menyebar kepanikan. Termasuk soal pesan berantai bagi warga Tionghoa terkait imbauan pembatasan aktivitas dan penggelaran acara apapun. 

Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdig) mengeluarkan siaran pers yang menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. 

Dalam link yang dikeluarkan Komdigi, Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, bahwa isi dari pesan berantai itu tidak benar.

Dia meminta masyarakat, terutama warga Tionghoa, tidak perlu khawatir. Adapun demo yang berlangsung pada  Kamis, 28 Agustus 2025 diikuti oleh puluhan ribu buruh di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta Pusat. Mereka menyuarakan kekecewaan atas kinerja DPR, kenaikan pajak, dan menyoroti tunjangan anggota parlemen.

Polisi mengamankan 276 pelajar yang hendak demo di gedung DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025). Salah satunya membawa 9 anak panah berserta busurnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo mengungkapkan pelajar yang membawa busur panah diamankan di stasiun Tanah Abang dan merupakan pelajar SMA kelas 10.

“Kami menyita sekitar 9 busur panah yang dibawa oleh anak kelas 10 dan saat ini kamu amankan juga beberapa anak-anak lainnya yang membawa botol dan sebagainya,” katanya kepada wartawan di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025).

Berdasarkan pendalaman, anak panah akan digunakan untuk menyerang anggota polisi ketika aksi demo berlangsung. Begitupun botol minuman keras bakal dipakai untuk dilempar ke aparat keamanan.

276 pelajar berdatangan dari berbagai kota ke DPR/MPR RI menggunakan transportasi umum dan beberapa lainnya menumpang truk

“Sebagian menggunakan seragam, sebagian juga menggunakan jaket, sebagian seragamnya dimasukkan ke dalam tas. Berbagai macam supaya mereka tidak terlihat mungkin ya oleh petugas,” jelasnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment