Era Viral Uji Nasionalisme, Penghormatan pada Simbol Negara Jadi Harga Mati

by Isabella Citra Maheswari

Perdebatan publik tak terhindarkan dari fenomena pengibaran bendera bajak laut bertema anime One Piece menjelang peringatan kemerdekaan.

Silang pendapat terjadi antara ruang ekspresi budaya pop dan penghormatan terhadap simbol negara.

Tren ini meluas di ruang publik dan media sosial, sekaligus memicu reaksi beragam dari akademisi, media, dan pejabat.

Supangat, akademisi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, mengingatkan bahwa kreativitas generasi muda tetap harus ditempatkan pada batas yang menghormati makna simbol kebangsaan.

Menurutnya, Merah Putih tak bisa diperlakukan sama dengan simbol fiksi tanpa mereduksi nilai-nilai perjuangan kemerdekaan.

”Merah Putih bukan simbol yang bisa disandingkan sembarangan. Ketika bendera fiksi dikibarkan sejajar dengan lambang negara, ini adalah pergeseran makna yang dapat mengaburkan nilai kebangsaan,” jelasnya.

Ia menekankan peran algoritma platform digital dalam memperkuat viralitas tren yang cepat menutupi konten bernilai edukasi kebangsaan.

Supangat menyarankan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, kreator konten, dan penyedia platform agar simbol nasional tetap terlihat relevan di ruang digital.

Adapun Sekretaris Fraksi PKS MPR RI Johan Rosihan menilai, budaya global memang tidak harus dimusuhi, tetapi tidak boleh menggantikan simbol-simbol nasional.

Menurutnya, revitalisasi narasi kebangsaan yang relevan sangat penting bagi generasi digital, sehingga Merah Putih hadir tidak hanya di upacara, tetapi juga di ruang kreatif digital.

Pemerintah dan aparat daerah bergerak merespons dengan langkah nyata di lapangan. Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin pembagian 15.000 bendera Merah Putih kepada pengguna jalan di Banjarmasin.

Hal tersebut sebagai upaya menggelorakan semangat nasionalisme menjelang HUT ke-80 RI.

Di Makassar, Kepala Badan Kesbangpol, Fatur Rahim, mengajak warga mengibarkan Merah Putih di rumah masing-masing sepanjang Agustus sebagai bentuk partisipasi kolektif memaknai kemerdekaan.

Berbagai inisiatif daerah ini dimaksudkan mengembalikan pamor simbol negara di ruang nyata sekaligus digital.

Artikel Terkait

Leave a Comment