Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Agregator UMKM untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

by Isabella Citra Maheswari

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menilai, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) memiliki peran penting sebagai agregator dalam menghimpun kekuatan pelaku UMKM.

Kehadiran KDMP diharapkan mampu membantu UMKM mencapai skala ekonomi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan, koperasi dapat mengorganisir UMKM yang selama ini berjalan sendiri-sendiri menjadi klaster usaha yang solid. Melalui koperasi, UMKM bisa lebih mudah mengakses pembiayaan, mendapatkan bahan baku dengan harga efisien, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka peluang inovasi teknologi dan kemitraan.

“Tantangan terbesar UMKM saat ini adalah beroperasi dalam skala terbatas sehingga biaya produksi tinggi, produktivitas rendah, dan akses pasar maupun pembiayaan minim. Dengan berhimpun di KDMP, UMKM mendapatkan kepastian pasar, pasokan bahan baku, dan peluang tumbuh pesat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Riza menegaskan, UMKM dan koperasi bukanlah entitas yang saling bersaing, melainkan bagian dari satu ekosistem yang saling menguatkan. “Koperasi menjadi kendaraan yang membawa UMKM ke jenjang lebih tinggi, sementara UMKM sebagai anggota koperasi adalah mesin penggerak yang memastikan koperasi tetap hidup dan produktif,” katanya.

Model ini, menurut Riza, memungkinkan UMKM menghimpun volume produksi memadai, menurunkan biaya operasional, dan menjaga konsistensi mutu. Hal ini krusial untuk memperluas pasar, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. KDMP juga berpotensi mengangkat produk unggulan daerah, mulai dari komoditas pertanian seperti cabai, nilam, dan bambu, hingga produk perikanan dan kerajinan lokal.

Contohnya, di Bangka Belitung, produksi madu lokal yang sebelumnya tersebar kini disatukan dalam satu merek bersama. Koperasi berperan dalam standardisasi kualitas, pengemasan profesional, hingga pencarian mitra pemasaran. Hasilnya, produk madu tersebut lebih mudah diterima pasar dengan nilai tambah lebih tinggi.

Hal serupa terjadi di sektor pangan, di mana koperasi membantu petani dan nelayan mendapatkan pupuk, benih, dan bahan baku dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin. “Petani yang sebelumnya harus membeli pupuk mahal kini bisa mendapat pasokan tepat dengan harga resmi. Mereka tidak lagi bekerja sendirian, melainkan dalam ekosistem yang terorganisir dan saling menguatkan,” jelas Riza.

Riza optimistis langkah ini akan meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendorong lahirnya koperasi berkualitas yang mampu bersaing di level dunia. “Kita tidak hanya ingin besar dari sisi jumlah, tapi juga mendorong kualitas koperasi semakin produktif dan membanggakan. KDMP bisa menjadi jalannya,” ucapnya.

Salah satu wujud nyata dukungan pemerintah adalah peluncuran 80.081 kelembagaan KDMP oleh Presiden Republik Indonesia pada 21 Juli 2025. Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan koperasi seperti seikat lidi: satu lidi lemah, tapi jika disatukan menjadi kekuatan besar.

“Koperasi adalah alat bagi yang masih lemah untuk berjuang bersama. Kalau bersatu, mereka jadi kekuatan. Dari ekonomi lemah menjadi ekonomi kuat,” kata Presiden.

Artikel Terkait

Leave a Comment