Danantara Tegaskan Profesionalisme dalam Tata Kelola Aset Negara

by Isabella Citra Maheswari

Badan Pengelola Investasi Danantara menegaskan komitmennya dalam mengelola aset negara secara profesional dan akuntabel. Lembaga yang resmi beroperasi pada kuartal pertama 2025 ini diberi mandat pemerintah untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset strategis, termasuk portofolio BUMN dan Barang Milik Negara (BMN).

Dalam laporan terbarunya, Danantara mencatat telah menghimpun pembiayaan internasional senilai USD 17 miliar (sekitar Rp277 triliun) melalui kerja sama dengan sovereign wealth fund asing serta fasilitas pinjaman perbankan global. Dana ini akan digunakan untuk mempercepat investasi di sektor energi, infrastruktur, pangan, dan industri hilir.

Presiden Republik Indonesia menyebut total aset yang kini berada di bawah pengelolaan Danantara melampaui USD 1.000 miliar, menjadikannya salah satu pengelola aset terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah juga memberi ruang bagi Danantara untuk mengelola BMN idle agar segera produktif dan memberi kontribusi nyata pada perekonomian nasional.

Dari sisi tata kelola, Danantara mengedepankan prinsip transparansi dan keberlanjutan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh peran Danantara, menilai kehadiran lembaga ini mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan aset sekaligus memperkuat daya tarik investasi Indonesia di mata dunia.

“Komitmen kami adalah mengelola aset negara dengan standar internasional, menjaga akuntabilitas, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar perwakilan manajemen Danantara.

Dengan dukungan pemerintah, regulator, dan mitra global, Danantara optimistis dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Artikel Terkait

Leave a Comment