Sekolah Rakyat Hadirkan Harapan Baru Lepas dari Kemiskinan

by Isabella Citra Maheswari

Bagi keluarga kurang mampu, biaya pendidikan sering kali menjadi penghalang utama. Kini, pemerintah melalui program Sekolah Rakyat menawarkan solusi pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan peluncuran Sekolah Rakyat, program pendidikan alternatif yang menyasar kelompok rentan.

Program itu menjadi pilot project nasional dan bagian dari arahan Presiden untuk menyediakan pendidikan inklusif bagi semua lapisan masyarakat. “Ini bukan hanya untuk siswa yang butuh orientasi. Gurunya, kepala sekolahnya, bahkan saya sendiri sebagai menteri, harus terus belajar dalam program ini,” kat Mensos Gus Ipul saat mengunjungi simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025.

Inisiatif itu merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih cerah bagi rakyat kecil.

Pelaksanaan perdana Sekolah Rakyat ditargetkan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026, dengan 53 dari 200 unit Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada Juli 2025. Program itu diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Seluruh proses GRATIS dan tanpa pungutan biaya apapun Hindari pihak-pihak yang mengaku bisa meloloskan peserta dengan imbalan Seluruh seleksi dilakukan secara transparan dan profesional

Dengan Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal pendidikan hanya karena miskin. Saatnya semua anak, dari manapun asalnya, punya kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berhasil.

Artikel Terkait

Leave a Comment