Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan strategis dalam pembangunan manusia di kawasan transmigrasi. Dia yakin dengan mengusung konsep sekolah berasrama (boarding school) gratis, program ini dapat menghasilkan generasi unggul.
“Konsep boarding school ini bukan sekadar memperluas akses pendidikan, tetapi menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan membentuk karakter. Ini yang dibutuhkan masyarakat, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi,” kata Iftitah di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Saat ini, proyek uji coba (pilot project) Sekolah Rakyat akan dimulai di Sumba Timur dan Papua Pegunungan tepatnya di Wamena dan Yahukimo.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Velix Vernando Wanggai menekankan, Sekolah Rakyat akan menjadi simpul pembentukan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga terlatih dalam keterampilan hidup, memiliki daya juang, dan kokoh secara moral. Mereka harus menjadi pemimpin masa depan yang mampu membangun desanya dan menginspirasi bangsanya,” kata Velix.
Velix menambahkan, pilar-pilar Sekolah Rakyat menjadi pondasi untuk membangun generasi emas Indonesia.
“Kita membentuk anak-anak transmigran menjadi manusia yang cerdas secara intelektual, terampil, berkarakter kuat dan berjiwa nasionalis. SDM seperti inilah yang akan menjadi mesin penggerak Indonesia Emas 2045. Transformasi transmigrasi bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi membangun manusianya agar siap memimpin masa depan,” kata Velix.

