Koperasi Merah Putih Angkat Peran Wanita Desa Menuju Ekonomi Mandiri

by Isabella Citra Maheswari

Ketua Perempuan Amanat Nasional (PUAN) PAN sekaligus Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas pemerintah. Ia menilai program ini menjadi langkah strategis dalam memberdayakan perempuan desa agar berdaya saing dan mandiri secara ekonomi.

“Koperasi Merah Putih bukan hanya soal ekonomi, tapi pintu besar bagi perempuan desa untuk memimpin, mengelola, dan menyejahterakan bangsanya,” tegas Farah.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2024 terdapat 10.129 koperasi wanita aktif dengan 643.740 anggota perempuan, volume usaha mencapai Rp 2,75 triliun, dan aset sebesar Rp 3,44 triliun. Selain itu, 49% dari total anggota koperasi di Indonesia adalah perempuan, menunjukkan besarnya peran mereka di sektor ini.

Farah mendorong agar Koperasi Merah Putih mengintegrasikan pelatihan literasi keuangan dan keterampilan digital dalam pengelolaan koperasi. Modernisasi manajemen, mulai dari pencatatan berbasis teknologi hingga pemasaran digital, dinilai akan membuka jalan bagi perempuan desa untuk menembus pasar nasional dan global.

“Pemberdayaan ekonomi perempuan adalah strategi pertahanan non-militer paling efektif. Ketika perempuan desa kuat secara ekonomi, ketahanan bangsa pun menguat,” tambahnya.

Farah optimistis, Koperasi Merah Putih akan menjadi tonggak sejarah kebangkitan ekonomi desa yang inklusif gender, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput.

Artikel Terkait

Leave a Comment