Danantara Jadi Penggerak Penting Penguatan Ekonomi Nasional

by Isabella Citra Maheswari

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa percepatan investasi dan hilirisasi di berbagai sektor strategis yang dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menjadi motor penting dalam penguatan ekonomi nasional. Ia menyebut langkah ini memiliki efek pengganda yang signifikan untuk membuka lapangan kerja.

“Ketika investasi meningkat, otomatis akan tercipta lapangan kerja baru. Masyarakat punya penghasilan, konsumsi naik, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi terakselerasi. Efek langsung dan tidak langsung dari investasi sangat kuat,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 tercatat sebesar 5,12 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan porsi 54,25 persen. Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang pertumbuhan sebesar 2,06 persen dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 27,83 persen.

Pertumbuhan PMTB tercatat 6,99 persen secara tahunan (year-on-year), didukung oleh aktivitas investasi yang terus menggeliat, terutama di sektor konstruksi. Adapun konsumsi pemerintah menyumbang 0,22 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Misbakhun menilai, Danantara dapat memainkan peran strategis sebagai penggerak investasi di sektor-sektor prioritas seperti energi, ketahanan pangan, dan perikanan. Ia menggarisbawahi pentingnya peran Danantara dalam memperkuat PMTB sebagai indikator utama investasi nasional.

“Ruang gerak Danantara sangat luas. Selain mengelola sumber daya alam melalui hilirisasi, Danantara dapat memperkuat ketahanan pangan dan energi, mengembangkan sektor perikanan, serta mendorong integrasi rantai pasok di sektor strategis lainnya. Semua itu adalah bentuk nyata kehadiran negara di pasar,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan publik menjadi modal penting bagi Danantara. Meski berstatus sebagai entitas negara, Danantara dituntut untuk beroperasi layaknya korporasi swasta yang profesional dan responsif terhadap dinamika pasar.

Dengan mandat dan kapasitas yang dimilikinya, Misbakhun optimistis Danantara mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Reformasi struktural yang tengah dijalankan diyakini dapat membangun ekosistem investasi yang kuat, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

“Negara menggunakan mesin korporasinya secara optimal, BUMN benar-benar menjalankan fungsinya sebagai entitas bisnis yang sehat. Ini terobosan yang luar biasa,” tutup Misbakhun.

Artikel Terkait

Leave a Comment