Pemerintah Yakin Sekolah Rakyat Bisa Memutus Rantai Kemiskinan

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meyakini program Sekolah Rakat dapat memotong garis kemiskinan. Adanya pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Hal itu disampaikan AHY saat meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat di Sentra Antasena, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang akan mulai beroperasi pada 14 Juli 2025.

“Hari ini saya berada di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, dan saat ini sedang meninjau sebuah lokasi yang digunakan sebagai Sekolah Rakyat,” ujar  AHY dalam keterangan tertulis, Senin (14/7/2025).

Sekolah Rakyat di Sentra Antasena telah selesai direnovasi dan siap menampung sekitar 100 siswa, terbagi rata antara siswa laki-laki dan perempuan. Fasilitas yang tersedia mencakup empat ruang kelas, asrama putra dan putri, ruang makan, laboratorium, dan ruang komputer.

“Ini adalah program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto, di mana Kementerian Sosial menentukan lokasi-lokasi yang dianggap sangat membutuhkan kehadiran Sekolah Rakyat yang gratis bagi masyarakat kurang mampu. Jadi ini untuk anak-anak kita yang memang berasal dari keluarga yang kurang mampu,” jelas Menko AHY.

Dengan luas lahan sekitar 2,3 hektare, sekolah ini dinilai memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan ruang yang memadai untuk menunjang aktivitas positif siswa, termasuk lapangan basket dan lapangan tenis. Renovasi sekolah dilakukan dengan anggaran sekitar Rp 4,2 miliar, termasuk pengadaan tempat tidur, meja, dan perlengkapan mebel lainnya.

AHY menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah diharapkan menjadi solusi nyata dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Prinsipnya adalah kita ingin Sekolah Rakyat ini benar-benar menjadi sarana untuk memutus rantai kemiskinan. Anak-anak kita berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.

Peluncuran Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari program nasional yang secara serentak akan membuka 63 sekolah di berbagai daerah pada 14 Juli 2025. Setiap sekolah ditargetkan menampung sekitar 100 siswa di empat kelas, dimulai dari kelas 10 atau tingkat pertama jenjang sekolah menengah atas.

Artikel Terkait

Leave a Comment