Sekolah Rakyat Wujudkan Pengadaan Barang dan Jasa yang Transparan

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memberikan arahan kepada jajarannya dalam rapat pembahasan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos, Jumat (11/7/2025) malam. Ia mengingatkan seluruh jajarannya agar menjaga integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa Sekolah Rakyat. 

“Saya dan Pak Wamensos tidak akan ikut campur,” ujar Gus Ipul. 

Mensos meminta para pegawainya dalam melaksanakan proses pengadaan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan. Ia berharap hal itu dijalankan dengan jujur dan tanpa intervensi dari mana pun. 

“Jangan sekali-kali kita main-main dalam urusan Sekolah Rakyat. Buka saja apa adanya. Ikuti aturan. Ini cukup jelas ya perintahnya. Saya ingin pengadaan ini betul-betul murni, sesuai dengan ketentuan. Karena ini amanah. Ikuti aja sesuai prosedur. Yang menang ya menang, yang kalah ya kalah,” tegas dia. 

Gus Ipul memerintahkan seluruh jajarannya untuk melaporkan setiap pengadaan secara terbuka, sehingga publik tidak hanya bisa mengetahui, juga mengawasi. 

Mensos menegaskan bakal melakukan pengawasan ketat terhadap setiap tahap pengadaan di lingkungan Kemensos. Bila menemukan indikasi kecurangan atau pelanggaran, ia tidak segan untuk melapor ke aparat penegak hukum. 

Digagas oleh Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat menyediakan akses pendidikan berkualitas untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem, berdasarkan pada Desil 1 dan 2 DTSEN. Sebagai langkah strategis pemerintah, Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. 

Sekolah Rakyat berkonsep boarding school mulai dari jenjang SD hingga SMA dan bersifat gratis. Para siswa akan menerima seragam, alat tulis, perlengkapan ibadah hingga sepatu sekolah. 

Di siang hari, para siswa mengikuti pelajaran formal, sementara pada malam hari mereka mendapatkan penguatan pendidikan karakter. Kurikulum mencakup nilai-nilai keagamaan, kepemimpinan, dan keterampilan hidup sebagai komponen utama. 

Program Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2025/2026 diagendakan dimulai bulan ini di 100 lokasi rintisan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 63 lokasi bakal memulai masa matrikulasi pada 14 Juli 2025, sementara 37 lainnya akan menyusul di akhir bulan. Sebanyak 100 lokasi tambahan segera menyusul.

Artikel Terkait

Leave a Comment