Mentan Ajukan Revisi Inpres untuk Tambah Kapasitas Gudang Bulog 

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengajukan perubahan Instruksi Presiden (Inpres) demi menambah kapasitas gudang Perum Bulog. Hal ini disampaikan Amran saat rapat kerja (raker) di Komisi IV DPR RI, pada Rabu (2/7/2025).

Amran mengungkapkan, sisa stok beras selalu tersedia setiap tahunnya. Khusus sisa stok pada tahun 2024 yakni sebanyak 1,7 juta ton dengan tambahan sebesar 2,6 juta ton.

“Kalau lima tahun terakhir, itu maksimal 1,2 juta ton selama lima tahun, tambahan satu tahun. Alhamdulillah ini baru enam bulan tapi tambahannya 2,6 juta ton,” jelas Amran dalam rapat kerja (raker) di Komisi IV DPR RI, Rabu (2/7/2025).

Amran lantas menyatakan bahwa Kementerian Pertanian sudah menyewa gudang guna menyerap 1,2 juta ton per Rabu, 2 Juli 2025. Namun, gudang Bulog saat ini sudah melebih kapasitas karena tingginya serapan gabah ditambah jagung.

“Saat ini kapasitas gudang sekarang sudah empat juta ton lebih, sebenarnya standarnya itu hanya tiga juta ton untuk kapasitas gudang Bulog. Nah, mungkin ke depan butuh tambahan,” terang Amran.

Dia bilang, pemerintah di masa mendatang membutuhkan tambahan kapasitas gudang lantaran serapan jagung masih berada di angka 60 ribu-an ton. Sementara target serapan jagung harus mencapai satu juta ton.

“Sesungguhnya kami sudah dapat dukungan juga dari Pak Presiden untuk anggaran belanja serapan jagung dan beras,” lanjut Amran.

Lebih lanjut, dia menuturkan diperlukannya dukungan DPR RI guna mengajukan perubahan Inpres. Pengajuan ini disebabkan target serapan beras hanya tiga juta ton, namun realisasinya hampir melebihi batas.

“Karena di luar prediksi, target kita serapan beras tahun ini tiga juta ton. Padahal posisi sudah hampir 2,7 juta ton, berarti tinggal 300 ribu,” katanya.

Artikel Terkait

Leave a Comment