Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, menyambut positif inisiatif konsolidasi bisnis yang digagas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan industri asuransi nasional yang berkelanjutan.
Saat ini, IFG dan seluruh anak usahanya telah berada di bawah kepemilikan penuh pemerintah melalui Danantara.
“Kami percaya bahwa langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan industri (asuransi) yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, Senin (23/6).
Menurutnya, transformasi ini juga membuka peluang pengembangan industri asuransi yang berlandaskan prinsip tata kelola yang baik dan praktik terbaik internasional.
Denny menambahkan, inisiatif tersebut dapat memperkuat ekosistem asuransi nasional yang kompetitif dan inklusif, serta memberi nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
“IFG mendukung penuh keputusan dan inisiatif strategis Danantara Indonesia sebagai pemegang saham (perseroan) dalam mendorong transformasi industri asuransi nasional,” tegasnya.
Sementara itu, COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan konsolidasi bisnis di sektor logistik dan asuransi BUMN.
Ia menilai, lini usaha asuransi yang dimiliki beberapa BUMN saat ini belum memiliki skala bisnis yang cukup besar dan belum kompetitif di pasar.
“Jasa Raharja punya insurance juga, kemudian Pertamina punya Tugu Insurance, BRI punya insurance, BNI punya insurance. Tapi tidak cukup size, tidak kompetitif,” terang Dony.
Sebagai langkah awal, Danantara telah melakukan evaluasi mendalam terhadap performa bisnis BUMN yang bersangkutan. Tahap selanjutnya adalah konsolidasi melalui penggabungan atau perampingan perusahaan.
“Sehingga, akan terjadi konsolidasi bisnis dari tadinya 888 perusahaan BUMN, kami harapkan nanti menjadi tinggal di bawah 200 perusahaan yang memang kokoh dan kuat,” ujar Dony.

