Indonesia-Rusia Bentuk Platform Investasi Bersama

by Isabella Citra Maheswari

Dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, dan mitranya dari Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF), sepakat membentuk platform investasi bersama bernama Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) senilai €2 miliar atau sekitar US$2,3 miliar. Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil utama dari kunjungan kenegaraan pertama Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

RDIF, yang memiliki portofolio investasi senilai 2,3 triliun rubel (sekitar US$29,3 miliar), kini secara resmi terdaftar sebagai mitra asing Danantara. Platform investasi ini akan difokuskan pada pengembangan sektor-sektor strategis di kedua negara dan mendorong terjadinya transfer teknologi antarnegara.

Dalam pernyataan resminya, Danantara menyebut bahwa modal €2 miliar yang digelontorkan melalui RIDNIP akan diarahkan untuk mendukung perusahaan-perusahaan di sektor strategis. Investasi ini bertujuan memperkuat kemandirian teknologi Indonesia, terutama di sektor manufaktur maju dan ketahanan pangan.

“Melalui RIDNIP, kami ingin menyalurkan investasi lintas negara ke sektor-sektor strategis yang memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong transformasi industri, dan membuka pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan di kedua negara,” ujar CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangan persnya.

Sementara itu, CEO RDIF, Kirill Dmitriev, menilai kesepakatan ini menunjukkan potensi besar bagi kerja sama kedua negara di berbagai sektor strategis. “Kesepakatan ini mencerminkan potensi besar untuk proyek bersama di sektor energi, infrastruktur, pertanian, dan lainnya,” ungkap Dmitriev.

Sejak diluncurkan, Danantara kerap dipromosikan langsung oleh Prabowo dalam berbagai lawatan luar negeri. Dalam kunjungannya ke Singapura awal pekan ini, Prabowo mendorong kerja sama antara Danantara dan Temasek, lembaga investasi milik negara Singapura, khususnya di bidang energi terbarukan.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Doha beberapa bulan lalu, Prabowo juga membawa pulang komitmen pembentukan dana investasi bersama senilai US$4 miliar antara Danantara dan Qatar Investment Authority (QIA). Komitmen tersebut menjadi salah satu tonggak penting penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia-Qatar.

Dalam lawatannya ke Rusia, Rosan turut menemui sejumlah perusahaan lokal, termasuk produsen aluminium terbesar dunia, RUSAL. Melalui unggahan media sosialnya, ia menyatakan bahwa RUSAL membuka peluang untuk bekerja sama dengan Danantara di sektor pengolahan industri.

Langkah Danantara membangun kolaborasi strategis dengan berbagai negara dinilai menjadi bagian dari upaya jangka panjang Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan kemandirian teknologi melalui kerja sama investasi berskala besar.

Artikel Terkait

Leave a Comment