Danantara Terlibat dalam Pendanaan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik

by Isabella Citra Maheswari

Danantara akan masuk dalam konsorsium dua mega proyek pengembangan baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Dua konsorsium tersebut yakni Zhenjian Huayou Cobalt yang menggantikan LG Energy Solution dan juga Contemporary Amperex Technology (CATL).

Masuknya Danantara tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Danantara juga akan ikut berpartisipasi,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan proyek pengembangan baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Mulai dari pertambangan, smelter, HPAL, precursor, katoda, battery cell hingga daur ulang (recycle).

Proyek yang sebelumnya digagas LG itu kini resmi dilanjutkan oleh konsorsium Huayou dengan nilai investasi mencapai sekitar 9,8 miliar dolar AS.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1,2 miliar dolar AS sudah direalisasikan saat proyek masih di bawah LG, dan telah diresmikan oleh Presiden sebelumnya.

“Nah sekarang kurang lebih sekitar US$8 miliar, mulai juga sebagian dari hulu-hilir, sampai dengan battery cell 20 gigawatt. Itu Alhamdulillah sudah diputuskan, sudah disetujui bapak Presiden dan atas arahan Bapak Presiden, sekarang sudah dilakukan oleh konsorsium Huayou,” katanya.

Untuk kepemilikan saham, Bahlil menjelaskan bahwa di sisi hulu, Indonesia masih mayoritas melalui BUMN yang  memegang 51 persen.

Sementara untuk joint venture (JV) tahap berikutnya, porsi saat ini adalah 30 persen dan sedang diupayakan naik hingga 40-50 persen, salah satunya melalui partisipasi Danantara.

“Nah ini ada arahan Bapak Presiden kita akan memaksimalkan untuk di atas 40 persen bahkan sampai dengan 50 persen Tapi itu semua dalam proses negosiasi,” katanya.

Selain proyek dengan konsorsium Huayou, Danantara juga masuk dalam pengembangan proyek baterai kendaraan listrik dengan CATL.

Artikel Terkait

Leave a Comment