Jayapura– Connie Rahakundini Bakrie merespons tentang DynCrop (Tentara bayaran Amerika Serikat/AS) yang diprediksi mendukung TPNPB OPM melawan TNI Papua, Indonesia.
Kasus tersebut menyebabkan 4 orang prajurit TNI di Pos Militer Mugi Mam, Distrik Yal, Nduga, Kabupaten Papua Pengunungan, Provinsi Papua tewas di tengah bulan April 2023.
Hal tersebut dijelaskan Dr Connie Rahakundini Bakrie (analis intelijen dan pertahanan Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung) di akun YouTube R66 Newlitics di tengah bulan Mei 2023.
Connie Rahakundini Bakrie mengemukakan, bahwa hadirnya TPNPB OPM di Provinsi Papua tidak bekerja sendiri, sebab mereka mendapatkan bantuan tenaga asing serta saat ini semakin memanas.
Philips Mark Mehrtens yang merupakan WN Selandia Baru sebagai pilot pesawat Susi Air telah ditangkap TPNPB OPM di Nduga, Provinsi Papua di pertengahan bulan Februari 2023, dan hingga kini belum dapat dibebaskan.
Adapun hal unik yang pertama, yakni DynCorp merupakan pabrik kontraktor militer swasta di Reston Virginia, Amerika Serikat, yang mendapatkan berbagai unit bisnis di dalam operasi bersenjata.
“Saya curiga DynCorp, ikut bermain di Papua,” kata Connie Rahakundini Bakrie.
Kemudian hal unik yang kedua, yakni Connie Rahakundini Bakri telah mencurigai Erinys yang menjadi organisasi tentara bayaran Kota Dubai, UEA, rutin beroperasi pada wilayah yang rawan konflik.
Dalam penjelasan Connie Rahakundinie Bakrie, bahwa TNI dinilai wajib meninjau menyangkut indikasi keterlibatan dan akselerasi Erinys yang mendukung TPNPB OPM di Provinsi Papua.
Ketiga, yakni G4S selaku organisasi perusahaan keamanan global Kota London, Inggris, dipertangguh dengan 620 ribu anggota yang rutin memasuki lahan konflik, sehingga wajib dicurigai saat mereka mengunjungi Papua.
Selain itu hal yang keempat menurut keterangan Connie Rahakundini Bakrie, yaitu desertir TNI turut wajib dicurigai bahwa kelompok itu rutin mendukung kegiatan TPNPB OPM di Provinsi Papua.
Maka dengan demikian Connie Rahakundini Bakrie menilai, bahwa terdapat berbagai tentara bayaran yang diprediksi sudah melakukan penyerangan terhadap TNI Provinsi Papua, serta mereka mendapatkan gaji yang besar.
“Kita tuh harus jujur ya, banyak sekali tentara kita dengan program yang salah dan terlalu terburu-buru, itu akhirnya jadi tentara desersi.”

