
Manokwari – DPR RI akan melakukan diplomasi parlemen, untuk mengatasi masalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, hal itu dilakukan karena kekerasan dilakukan KKB mengancam keselamatan sipil dan aparat keamanan.
“Bahkan aksi (KKB, red) telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Baik dari kalangan prajurit TNI maupun warga sipil,” katanya, dalam Pembukaan Masa Sidang V, dikutip dari Parlementaria, Selasa (16/5/2023).
Ia menilai, mengatasi masalah KKB bukanlah perkara mudah. Karena masalah itu tidak hanya menggunakan pendekatan militeristik, tapi juga pendekatan kesejahteraan, dan diplomasi luar negeri.
Puan menyatakan, untuk itu, DPR telah mengagendakan serangkaian kegiatan bilateral, regional, maupun internasional. Pertemuan bilateral dilakukan melalui kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, serta parlemen Negara Sarawak, Rumania, Armenia, dan Kroasia.
Diplomasi skala internasional akan dilakukan melalui Sidang Standing Committee on Economic and Sustainable Development ‘Asian Parliamentary Assembly’ (APA). Acara ini berlangsung di Manama, Bahrain pada 16-17 Mei 2023.
Sementara diplomasi skala regional dilakukan di Sidang ke-6 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly Advisory Council on Dangerous Drugs (AIPAC ODD). Acara tersebut berlangsung di Bogor, Jawa Barat pada 29 Mei-1 Juni 2023.
“Melalui tugas diplomasi ini, DPR RI ikut mengambil tanggung jawab untuk membangun dunia yang lebih baik. DPR ingin membangun tatanan sosial, ekonomi, dan politik yang humanis dan berkeadilan sosial,” ujar Puan.
Di satu sisi, Puan tetap meminta pemerintah mencari solusi dan strategi jitu untuk mengatasi masalah KKB. “Pemerintah harus mencari solusi dan strategi tepat untuk mengatasi situasi tidak aman, dan aksi mengancam warga sipil,” ucapnya.
