Jadi Gerakan Sporadis, Aksi Mahasiswa Papua Dompleng Hari Buruh Dibubarkan Aparat

by Laura Felicia Azzahra

Jayapura – Aksi  Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)  dibubarkan ormas  dan kepolisian di Parkir Timur Lapangan Renon, kemarin (1/5). Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali, Hery Maega mengatakan mereka dihadang ormas reaksioner  sedang melakukan aksi May Day.

AMP ini tercatat sudah bertahun-tahun aksi turun ke jalan dengan massa yang sama dan tuntutan yang sama. Kali ini, AMP yang jadi gerakan sporadis ini mendompleng May Day saat gelar aksi. Banyak pihak meyakini aksi AMP ini proyek politik.

Sejatinya, mereka ingin melakukan aksi damai dengan membawa sejumlah tuntutan, namun dihadang ormas reaksioner dan juga pihak kepolisian.

“Aksi kami itu aksi damai, kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian 3 hari sebelumnya. Padahal di tempat kumpul yang sama (Parkir Timur Lapangan Renon) ada juga kelompok buruh yang ingin melakukan aksi juga tapi tidak dibubarkan,” terangnya.

Dalam pengamanan aksi tersebut, ratusan personel Polresta Denpasar diturunkan yang dipimpin langsung Kapolresta Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas. Sebanyak 597 personel diterjunkan terdiri dari 283 personel gabungan Dalmas Polda Bali, Brimob, BKO Polres Badung dan Gianyar, Kodim 1611/Badung, Satpol PP Kota Denpasar dan Pecalang.

“Kami siap mengamankan kegiatan peringatan Mayday 1 Mei 2023 ini dengan dibackup dari Dit Sabhara Polda Bali, Brimob, Polres Badung, Polres Gianyar, Pecalang, Satpol PP dan rekan kita dari Kodim 1611/Badung,” kata Kapolresta Denpasar kepada media.

Ada dua titik yang menjadi fokus pengamanan sesuai hasil Rakor TFG melibatkan personel BKO, yang pertama pengamanan kegiatan May Day serentak seluruh Indonesia di depan Kantor Gubernur dan pengamanan kegiatan AMP (aliansi mahasiswa papua) di depan bundaran renon Denpasar.

Kapolresta Denpasar juga meminta kepada seluruh personel lebih sabar dan tidak mudah terprovokasi dalam melakukan pengamanan dan selalu bersikap humanis.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melintas di daerah Renon kami mohon maaf dan mohon bersabar, arus lalin tetap dibuka seperti biasa dan kami siap untuk pengamanan,” tutup Kapolresta Denpasar.

Artikel Terkait

Leave a Comment