
Manokwari – Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan mengatakan keadaan di Papua tidak bisa dibiarkan berlarut-larut
Hal tersebut diungkapkan Sjarifudin Hasan menanggapi seusai terjadi penyerangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna di Distrik Mugi Mam, Nduga, Papua, yang menyebabkan tewasnya seorang prajurit TNI.
Dia mengatakan dengan tewasnya prajurit membuat Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meningkatkan status di Papua menjadi Siaga Tempur.
“Karena semakin banyak korban TNI, Polri, dan rakyat, yang semakin meningkat,” ujarnya saat kunjungan kerja di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (18/4).
Pendekatan diplomasi dan pendekatan sosial bisa saja dilakukan, tetapi hal demikian juga perlu dilakukan secara tepat dan tegas.
Menurut pria asal Sulawesi Selatan itu, persoalan inti tidak bisa didiamkan. Keadaan yang demikian disebut akan membuat rakyat menjadi korban. ‘
“Kalau berlarut-larut bisa berbahaya bagi NKRI”, ujanya.
Diakui memang pembangunan di Papua gencar dan massif dilakukan oleh pemerintah, tetapi menurut Sjarifuddin Hasan bisa jadi hal itu yang bukan yang dibutuhkan.
Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan mengatakan tewasnya prajurit membuat Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meningkatkan status di Papua menjadi Siaga.
