Manokwari – Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) kembali berulah setelah tewaskan tiga prajurit TNI AD, Januari lalu.

KKB Pimpinan Numbuk Telenggen tampak tak puas dengan penyerangannya di Pos TNI Gome, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua.

Terbaru, Numbuk Telenggen dan anggotanya melancarkan aksinya dengan membakar honai milik warga di Kampung Jenggernok.

Kampung Jenggernok berada di Distrik Gome, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Hal ini dikatakan Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Senin sore.

“ Honai (rumah) milik warga atas nama Koname Murib. Dia adalah Kepala Suku Dani,” kata Aqsha.

“Indikasinya, pembakaran dilakukan oleh KKB pimpinan Numbuk Telenggen,” sambungnya.
Dikatakan, kejadian tersebut diawali dengan adanya permasalahan pemutusan saluran air yang dilakukan oleh KKB di Pos Koramil Gome, Satgas Kodim Yonif R 408/SBH.

“Kemudian satu diantara warga dari Koname Murib membantu personel Pos Koramil Gome Satgas Kodim Yonif R 408/SBH untuk memperbaiki saluran air yang mengalir ke Pos Koramil Gome,” ujarnya.

Dengan dilatarbelakangi hal tersebut, kata Aqsha, KKB membakar honai milik Koname Murib.

Kata Aqsha, kejadian tersebut sudah sekian kalinya dimana KKB melakukan aksi teror kepada masyarakat.

Diketahui, masyarakat masih berjaga-jaga mengantisipasi aksi susulan dari gerombolan KKB.

Sosok Numbuk Telenggen, pimpinan KKB di Gome, Puncak Jaya, Papua, yang baru melakukan penyerangan di Pos TNI.

Numbuk Telenggen dan anggotanya melakukan aksi teror berdasarkan klaim dari apa yang disampaikan pihak OPM.

Numbuk Telenggen saat ini berstatus buron aparat TNI-Polri.

Dikabarkan, telah terjadi kontak senjata antara Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) dan aparat TNI-AD di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua.

Dalam penyerangan itu, tiga prajurit TNI-AD gugur akibat serangan KKB.

Dua anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri dari Satgas Pantas Mobile Yonif R 408/SBH gugur saat penyerangan pertama oleh KKB.

Korban yakni, Serda Rizal dan Pratu Baraza yang kini jenazah keduanya direncanakan akan di evakuasi ke Timika.

Setelah melepas tembakan tersebut, rupanya KKB kembali melakukan penyerangan dan melukai dua anggota TNI lainnya.

Dua anggota TNI tersebut yaitu Pratu Rahman dan Pratu Saeful.

Dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Pratu Rahman dan Pratu Saeful dievakuasi ke Puskesmas Ilaga.

Sayangnya, Pratu Rahman dinyatakan gugur setelah tim dokter berupaya melakukan tindakan penyelamatan.

Sedangkan Pratu Saeful hingga kini kondisinya masih kritis.

Artikel Terkait

Leave a Comment