Jayapura – Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sitohing menegaskan, hingga kini, Kabupaten Jayapura masih waspada Demam Berdarah Dengue (DBD).
Edward mengatakan, sesuai dengan kasus DBD yang cukup meningkat di Papua secara umum dan secara khusus di Kabupaten Jayapura kasusnya meningkat tiga kali lipat.
“Kita masih dalam status waspada DBD. Kebijakan yang dilakukan selama sepekan sejak 22-28 Maret 2023 sesuai dengan surat edaran Sekertaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi untuk melakukan fogging massal,” katanya di Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Distrik Sentani, Rabu (29/3/2023).
Selain fogging, pihaknya melakukan penanganan kasus terutama agar tidak terjadi kematian. Juga penguatan kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Dalam proses tersebut sudah dilakukan sementara tim menganilisis, dari laporan setiap Puskesmas di Sentani dan Distrik Waibu penurunan kasus cukup drastis, kami akan minta data juga dari rumah sakit di kota karena ada kemungkinan masyarakat kita yang berobat langsung ke rumah sakit di Kota Jayapura,” ujarnya.
Edward menjelaskan, hingga saat ini, kasus DBD di Kabupaten Jayapura tidak masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) karena belum ada lagi kasus kematian setelah sebelumnya seorang anak meninggal dunia.
Meski begitu, kasus DBD saat ini belum menembus angka 50 kasus. Hal ini berkaca dari kabupaten lainnya kasus DBD-nya mencapai 100-200 kasus.
“Di sini masih bisa dikendalikan, ini menjadi pelajaran berharga di tengah tahun, ketika curah hujan cukup banyak kami akan menyiapan RDT khusus DBD sehingga ketika masyarakat sakit dengan demam sudah bisa diketahui di awal,” katanya.
“Jadi kita sudah ketahui lebih awal karena selama ini kita tidak punya, SOP akan kita bangun lagi. Dipertengahan tahun dan awal tahun,” pungkasnya.
“Jadi kita sudah ketahui lebih awal karena selama ini kita tidak punya, SOP akan kita bangun lagi. Dipertengahan tahun dan awal tahun,” pungkasnya.

