MANOKWARI – Aksi pemalangan dan pengrusakan fasilitas umum di Kabupaten Manokwari oleh masyarakat kerap terjadi. Terkait itu, KNPI Papua Barat angkat bicara. Ketua KNPI Papua Barat Sammy Saiba mengatakan, Manokwari adalah Ibu Kota Provinsi Papua Barat.

Artinya, wajah pemerintahan dan kegiatan ekonomi, serta sosial budaya ada di Manokwari. Sehingga keamanan dan ketertibannya harus dijaga.

“Sebagian besar  masyarakat akan sangat malu apabila Manokwari dicap sebagai daerah yang identik dengan aksi kekerasan dan pemalangan yang diikuti dengan pembakaran,” kata Sammy Saiba di Manokwari, Minggu (19/3/2023).

Sammy menjelaskan, fasilitas yang dibangun pemerintah, tidak serta merta berdiri dengan sendirinya. Melainkan, melalui suatu proses yang panjang.

Oleh karena itu, dirinya menilai semua aksi pemalangan yang terjadi merupakan sebuah pembodohan kepada generasi muda Papua terutama pemuda di Manokwari, Papua Barat.

“Kami mengimbau kepada seluruh pemuda di Papua Barat, terutama yang berada di bawah naungan DPD KNPI, agar tidak ikut terlibat dengan kegiatan seperti itu,” pesannya.

Sammy pun mengajak masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga Manokwari, menjadi kota yang aman damai dan bermartabat.

“Dan juga menjaga Manokwari di mata kabupaten dan provinsi lain. Bahwa, kita berada di kota yang damai, aman dan siap menjadi tuan rumah yang baik bagi semua orang,” imbuhnya.

Sammy juga mengingatkan, masyarakat Manokwari untuk mengkritik pemerintah jika ada hal yang kurang tepat. Namun, kritikan itu berdasarkan aturan yang berlaku.

“Tidak dengan melakukan pembakaran dan pemalangan jalan. Ini akan menimbulkan image yang buruk terhadap Manokwari, tentunya dalam semua proses percepatan pembangunan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment