Jayapura – Bargaining position Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB pimpinan Egianus Kogoya dkk yang ingin menukar Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens dengan kemerdekaan Papua ternyata isapan jempol.
Seorang tokoh muda Papua di Jayapura Nelson Ondi mengatakan tidaklah mungkin Papua bisa merdeka.
Karena itu, menurut dia, aksi Egianus Kogoya dkk menculik Kapten Philip Mark Mehrtens sebuah tindakan yang salah karena KKB tidak mungkin bisa membawa Papua menjadi sebuah negara merdeka, lepas Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nelson Ondi mendesak KKB Papua atau TPNPB-OPM segera melepas Kapten Philip Mark Mehrtens.
Menurut Nelson, penculikan pilot Susi Air oleh KKB telah membawa kerugian besar kepada masyarakat Papua. Karena buntut penculikan tersebut, manajemen Susi Air telah menarik semua pesawatnya dari Papua.
Padahal, menurut Nelson, pesawat-pesawat Susi Air selama ini telah sarana transportasi udara yang sangat membantu masyarakat Papua mengatasi kondisi terisolasi.
“Untuk itu Egianus Kogoya harus serahkan Kapten Philip Mark Mehrtens, karena sangat tidak mungkin Papua akan merdeka,” kata Nelson.
Nelson juga mengaku sangat mendukung upaya TNI-Polri membebaskan Kapten Philip Mark Mehrtens.
Menurutnya, misi yang dipimpin langsung oleh Danrem 172 PWY, Brigjen TNI, J O Sembiring adalah langkah yang sangat baik.
Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB membagikan informasi terbaru mengenai kondisi pilot susi air bernama Philip Max Mehrtens yang telah sebulan disandera.
Sebelumnya, dalam video yang diperoleh Kompas.TV dari Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) , Sebby Sambom, tampak pilot Susi Air dalam keadaan baik-baik saja.
Diapit oleh sejumlah anggota KKB, Kapten Philip tampak sedang duduk di batang pohon mengenakan jaket warna biru hitam dan celana panjang.
Selain itu, pilot Susi Air tersebut juga tampak memakai kalung khas Papua, sepatu dan juga topi.

