Ketua KPK memberikan keterangan Pers saat KPK resmi menahan Lukas Enembe

KPK Bantah Isu Meninggalnya Lukas Enembe, Polda Papua Tegaskan Situasi Jayapura Aman Terkendali

by Laura Felicia Azzahra
Ketua KPK memberikan keterangan Pers saat KPK resmi menahan Lukas Enembe

nusarayaonline.id – Di saat wilayah Jayapura sedang berduka akibat kejadian gempa sebesar 5,4 skala ritcher yang melanda sebagian besar kota Jayapura dan juga kabupaten. Terdapat isu miring menimpa tersangka kasus korupsi dan gratifikasi Lukas Enembe yang saat ini berada di Jakarta untuk kelanjutan penyidikan. Muncul kabar yang tak diketahui sumber awalnya menyebut bahwa gubernur non aktif Papua tersebut meninggal dunia. Hal tersebut langsung dibantah oleh pihak KPK melalui juru bicara penindakan, Ali Fikri bahwa dapat dipastikan Lukas Enembe berada di rumah tahanan KPK dalam keadaan bisa beraktivitas dan berjalan seperti halnya tahanan lain. Pihak KPK menyatakan melakukan pengecekan terhadap kesehatan Lukas Enembe sebanyak empat kali dalam sehari. Keluarga juga menyaksikan sendiri bahwa Lukas Enembe masih hidup, mereka menjenguk setiap senin dan kamis. KPK berharap agar masyarakat terutama di Jayapura tidak terporovokasi, terlebih sumber berita tersebut tidak jelas asalnya.

Indikasi Pengalihan Isu Terungkapnya Keterlibatan Tukang Cukur Lukas Enembe

Bukan sebuah keisengan belaka ketika pihak tertentu memprakarsai sumber informasi hoaks yang menyatakan bahwa Lukas Enembe meninggal dunia. Seperti sebuah peribahasa tak ada asap jika tak ada api, begitu juga yang terjadi dengan isu meninggalnya seorang Lukas Enembe.

KPK baru-baru ini telah memeriksa dan mengungkap keterlibatan tukang cukur langganan Lukas Enembe sejak tahun 2001 bernama Budi Hermawan alias Beni. Berdasarkan hasil pemeriksaannya, terdapat informasi bahwa Beni kerap mendapat perintah dari Lukas Enembe untuk terbang ke kasino di Singapura. Selain itu pihak KPK juga menyelisik soal aliran uang Lukas Enembe ke Beni. Untuk diketahui bahwa dalam beberapa kesempatan, Lukas Enembe selalu meminta KPK agar diizinkan terbang ke Singapura untuk melakukan perawatan kesehatan. Bisa dimungkinkan bahwa terdapat keterkaitan antara perintah Lukas Enembe kepada Beni ke Singapura dengan permintaannya untuk ke Singapuira berdalih alasan berobat. Pendalaman terhadap tukang cukur tersebut menjadi hal penting sebagai bagian dari penelusuran lebih jauh terkait aset, kemudian uang-uang yang diduga diterimanya selain dari gratifikasi dan suap yang sebelumnya telah diumumkan ke publik. Pemeriksaan terhadap tukang cukur pribadi merupakan langkah mengungkap aliran uang dalam kasus suap dan gratifikasi pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua.

Selain memeriksa tukang cukur, pihak KPK juga baru saja menggeledah sejumlah lokasi di wilayah Papua. Berdasarkan pernyataan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri bahwa dari penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Papua dan rumah kediaman beberapa pejabat daerah setempat, tim penyidik KPK menemukan dan mengamankan bukti antara lain berbagai dokumen proyek termasuk alat elektronik berupa perangkat CCTV yang diduga memiliki kaitan dengan perbuatan tersangka Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Kasus Lukas Enembe jadi Momentum Bersihkan Papua dari Koruptor

Hingga saat ini komitmen KPK untuk menuntaskan kasus Lukas Enembe menjadi momentum untuk berbenah dan membersihkan Papua dari tindakan dan perilaku koruptif. Selain itu, melalui pengungkapan kasus tersebut juga menjadi momentum KPK untuk terus berupaya mengedukasi masyarakat Papua, sehingga ke depan tak terjadi lagi kasus seperti demikian. Menjadi harapan bersama kepada pihak Lukas Enembe agar dapat bersikap kooperatif selama pemeriksaan. Segala informasi yang bersumber darinya dapat mempercepat penanganan kasus.

Saat ini bahkan pihak KPK baru saja menggelar rapat koordinasi dengan BIN, TNI, dan Polri guna membahas keamanan di Papua. Hal tersebut berkaitan dengan pengusutan tiga kasus korupsi kepala daerah di Papua dalam waktu yang bersamaan, yakni Gubernur non aktif Lukas Enembe, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, dan Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak. Disebutkan bahwa dalam catatan sejarah, baru kali ini KPK menetapkan tiga kepala daerah sekaligus.

Bukan perkara mudah bagi KPK untuk mengawal kasus Lukas Enembe. Ketua KPK, Firli Bahuri dalam rapat kerja Komisi II DPR mengakui adanya kendala yang cukup besar dalam penanganan kasus Lukas Enembe. Kendala tersebut justru bukan terkait penegakan hukum, namun terkait hal lain. Dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk saat menangani Lukas Enembe, pihak KPK ingin memastikan bebas dari kepentingan politik. Termasuk menjamin dan menjaga Papua dalam keadaan nyaman dan damai karena sesungguhnya hal tersebut sejatinya menjadi penegakan hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Firli Bahuri juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuat perjanjian dengan Lukas Enembe saat penangkapan di Jayapura. Hal tersebut merespon adanya surat yang ditulis Lukas Enembe yang ditujukan kepada Ketua KPK. Menurut Firli, lembaga antirasuah yang dipimpinnya bekerja demi melakukan penegakan hukum dengan tetap menghormati HAM serta menjamin keselamatan yang bersangkutan.  

Turut bersuara, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman menyatakan bahwa isu janji Firli kepada Lukas bisa jadi hanyalah cara agar Lukas diizinkan ke luar neger dengan dalih perawatan. Itu sebabnya mengapa Lukas memilih menahan sakitnya sendiri daripada menerima perawatan dari para dokter di RSPAD. Ia berpandangan, kalaupun itu terjadi meski tidak ada bukti, bisa saja hal tersebut merupakan strategi Firli agar Lukas mau ke Jakarta. Dengan begitu, KPK akan lebih mudah memeriksanya. Meski kini Lukas tetap menolak diperiksa dengan dalih masalah kesehatan, hal tersebut seharusnya tidak menjadi kendala dalam proses hukumnya. Sebab, bagaimanapun, itu adalah hak tersangka.

Pembakaran Pesawat Susi Air Tak Berkaitan dengan Kasus Lukas Enembe

Sementara itu, selain adanya isu meninggalnya Lukas Enembe terdapat pula isu yang menghubungkan kejadian pembakaran pesawat Susi Air di landasan terbang Paro Nduga Papua Tengah dengan penyidikan kasus Lukas Enembe. Dapat dimungkinkan juga bahwa hembusan isu tersebut merupakan buah akal bulus untuk menutupi hasil progress penyidikan terhadap Lukas Enembe. Pembakaran pesawat kemudian seperti dinarasikan sebagai bentuk gejolak pasca penangkapan Lukas Enembe.

Menanggapi hal tersebut, pihak aparat melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menegaskan bahwa kejadian pembakaran pesawat Susi Air tersebut murni tindakan kriminal, dan tidak terkait dengan kasus maupun tersangka Lukas Enembe.

__

Agus Kosek

(Pemerhati Masalah Papua)

Artikel Terkait

Leave a Comment