Legislator Yakin Situasi Papua Tetap Kondusif Pasca Penangkapan Lukas Enembe

by Laura Felicia Azzahra

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno meyakini situasi Papua tetap kondusif pasca penangkapan Gubernur Papua, Lukas Enembe oleh KPK. Diketahui, pasca peristiwa penangkapan itu, kondisi Papua dikabarkan sempat memanas lantaran penangkapan atas kasus diduga suap dan gratifikasi.

“Kemarin sih sempet ada gejolak, tapi saya yakin tidak berlangsung lama,” kata Dave Laksono, dalam keterangannya, seperti dirilis dpr.go.id, Jumat (20/1/2023).

Dave mengatakan, pemerintah telah menerjunkan aparat kepolisian dan TNI yang siap siaga. Ia pun yakin cara tersebut bisa menjaga stabilitas keamanan di Papua. “Bila perlu penambahan prajurit, pemerintah pasti siap,” tuturnya.

Namun demikian, Politisi Fraksi Partai Golkar ini menyebut menjaga stabilitas di Papua harus tetap menggunakan cara-cara yang humanis. Sehingga, pemerintah perlu mendorong adanya pembangunan dan menenangkan masyarakat di Papua. “Tetap dengan pendekatan humanis,” kata dia.

Seperti diketahui, KPK belum lama ini menahan Gubernur Papua, Lukas Enembe, atas dugaan kasus suap dan gratifikasi.

KPK mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyita sejumlah mobil mewah terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Provinsi Papua dengan tersangka Lukas Enembe.

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, beberapa waktu lalu juga mengatakan, selain menangkap Lukas, KPK juga menyita beberapa mobil mewah dari beberapa pihak terkait tersangka Lukas.

“Sejauh ini kami telah melakukan penyitaan terhadap beberapa mobil mewah dari beberapa pihak terkait tersangka LE,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan bahwa penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi atas nama Suci Marlina terkait mobil mewah milik Lukas Enembe itu.

“Kami dalami dari saksi Suci ini, terkait aset-aset, betul di antaranya adalah mobil mewah, yang kami dalami terhadap yang bersangkutan,” jelasnya lebih lanjut.

Ali mengungkapkan bahwa penyidik KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe Pekan ini.

Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Dr Victor D Mackbon, mengatakan memang pada waktu pergeseran ada kelompok-kelompok kecil yang berupaya untuk menghalangi namun pihak keamanan.

Namun demikian pihaknya bisa memberikan imbauan, agar mereka kembali ke tempatnya masing-masing.

Dia mengatakan penangkapan Lukas ini adalah bagian dari upaya penegakkan hukum, sehingga semua pihak harus saling menghormati.

Selanjutnya, Kapolresta mengatakan bahwa pihak Kepolisian bersama TNI dan instansi terkait, akan melakukan patroli untuk mengantisipasi bilamana ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang tidak terima dalam penegakkan hukum yg dilakukan KPK.

“Tentunya kami berharap semua sudah bisa dewasa, apabila ditemukan informasi dapat dilaporkan ke pihak Kepolisian agar semua satu sumber, jangan mudah terpancing berita-berita Hoax (tidak benar), kami bersama Bapak wali kota ingin kota ini tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolresta.

Sumber : halosemarang.id

Artikel Terkait

Leave a Comment