Lukas Enembe Ditangkap

Gubernur Papua Lukas Enembe Akhirnya Ditangkap KPK

by Laura Felicia Azzahra
Lukas Enembe Ditangkap

Gubernur Papua Lukas Enembe akhirnya ditangkap atas dugaan korupsi senilai puluan miliar yang dilakukan bersama PT. Tabi Bangun Papua (TBP). Dalam kejadian tersebut, terdapat beberapa tokoh yang mendukung langkah KPK untuk menindak tegas Lukas Enembe.

Salah satu tokoh yang memiliki harapan besar terhadap kelanjutan kasus Lukas Enembe pernah datang dari Ketua Forum Bela Negara Provinsi Papua, Sarlens LS Ayatonai. Dirinya berharap bahwa penuntasan kasus Lukas Enembe menjadi momentum penting bagi KPK untuk membuktikan kesungguhannya memberantas korupsi yang sudah membudaya di kalangan para pejabat daerah di Papua.

Menurut Sarlens, kasus korupsi yang menjerat Lukas Enembe seyogyanya dapat dituntaskan sesegera mungkin. Jika ditunda sampai medio 2023, dikhawatirkan akan terdapat intervensi dari partai-partai politik (parpol) untuk kepentingan Pemilu 2024, dimana parpol memanfaatkan kasus Lukas untuk melakukan bargaining politik pemenangan kader-kadernya ke kursi legislatif maupun Pilkada.

Sementara itu, mantan pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nicholas Messet juga memiliki harapan yang sama agar pemerintah tidak ragu-ragu untuk mengadili serta menghukum sang gubernur karena telah melakukan kesalahan terhadap negara dengan mencuri uang rakyat dan berjudi di kasino.

Lukas Enembe telah memalukan Papua, sehingga langkah pemerintah melalui KPK yang telah menangkap sang tersangka perlu ditindaklanjuti dengan mengganti posisi Gubernur kepada orang lain. Nicholas juga berpesan kepada masyarakat Papua terutama yang turut berjaga di kediaman sang tersangka agar tidak tertipu karena sebenarnya rumah yang dijaga adalah pencuri uang masyarakat Papua.

Salah satu pihak yang merespon hal tersebut juga datang dari tokoh pemuda Adat Tabi, Aris Kreutha. Dirinya berpendapat bahwa tingginya kasus korupsi menjadi salah satu penyebab pembangunan di wilayah Provinsi Papua belum berjalan efektif meskipun sudah begitu banyak dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat.

Oleh karenanya, Aris mewakili para aktivis meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk kooperatif mempertanggungjawabkan apa yang telah disangkakan KPK secara gentle.

Artikel Terkait

Leave a Comment