Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw mengakui bahwa minat investor untuk berinvestasi di Papua Barat sangat rendah. Hal ini dipicu oleh aksi pemalangan fasilitas publik yang kerap terjadi serta ketidakpastian akan lahan bagi para investor. “Soal realisasi investasi di Papua Barat, ini tidak gampang,” kata Paulus Waterpauw kepada awak media di Manokwari, Senin (2/1/2022).
Ia menegaskan, pemerintah provinsi sudah mengerahkan berbagai cara demi meningkatkan minat para investor agar dapat menanamkan modalnya di Papua Barat. Namun, kerja keras pemerintah daerah tidak membuahkan hasil sesuai ekspektasi karena aksi pemalangan masih terus terjadi.
“Kalau sikap masyarakat masih seperti itu (Palang memalang), investor akan berpikir dua kali untuk masuk ke Papua Barat,” ujar Paulus Waterpauw.
Investor lebih cenderung menanamkan modalnya ke provinsi lain karena faktor keamanan dan kenyamanan dalam dunia usaha. Padahal, Papua Barat memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya energi untuk dikembangkan hingga masa mendatang.
“Mereka (investor) lebih memilih daerah lain yang tidak sama sekali merasa terganggu dalam berinvestasi,” ucapnya.
Kendati demikian, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus mengedukasi masyarakat agar dapat menghentikan kebiasaan palang memalang fasilitas publik.
Di sisi lain, pemerintah akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Papua Barat dan Kodam XVIII/Kasuari guna menindak tegas oknum pelaku pemalangan. Tak hanya itu, Paulus Waterpauw juga berharap media massa turut berkontribusi dalam upaya menarik minat investasi melalui pemberitaan positif.
“Mari kita tinggalkan sudah kebiasaan palang memalang itu. Teman-teman media juga tolong bantu pemerintah agar investor bisa masuk,” tutur Paulus Waterpauw.
“Mari kita tinggalkan sudah kebiasaan palang memalang itu. Teman-teman media juga tolong bantu pemerintah agar investor bisa masuk,” tutur Paulus Waterpauw.
Oleh sebabnya, optimalisasi sektor potensial demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sangat membutuhkan kehadiran para investor dari luar Papua Barat.
Sumber : tribunnews.com

